Mengungkap Sekolah “Laskar Pelangi” Belitung Timur, Kesan Kesederhanaan Pendidikan Anak-anak Dulu
Pengaruh Film Laskar Pelangi terhadap Pariwisata Pulau Belitung
Film Laskar Pelangi telah membawa dampak besar dalam mengubah wajah pariwisata Pulau Belitung, khususnya di wilayah Belitung Timur. Karya sinematik ini tidak hanya menyajikan cerita drama kehidupan, tetapi juga menjadi jendela yang memperlihatkan keindahan alam dan budaya Belitung. Sejak film ini dirilis pada tahun 2008, wisatawan mulai berbondong-bondong datang bukan hanya untuk menikmati pantai, tetapi juga untuk menapak tilas semangat juang Laskar Pelangi.
Sebelum film ini meledak di pasaran, Belitung Timur lebih dikenal sebagai daerah tambang timah dan tempat banyak warung kopi. Namun, melalui kisah inspiratif dari Ikal dan kawan-kawannya, film ini berhasil menyihir jutaan penonton dan membuka mata dunia akan keindahan tersembunyi dari daerah ini. Narasi kuat dalam film tersebut seketika mengubah wajah daerah ini, menyulap lokasi-lokasi syuting yang dulunya jarang dikunjungi menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi.
Lokasi Replika Sekolah SD Muhammadiyah Gantong
Replika bangunan semi-permanen dari kayu dan atap seng yang dibangun di atas lahan berpasir ini berada di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur Provinsi Bangka Belitung. Akses menuju lokasi ini cukup lancar. Jaraknya sekitar 22 kilometer dari pusat Kota Manggar, atau jika menggunakan motor, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit.
Refleksi Pendidikan di Daerah: Ironi Pendidikan di Daerah Pelosok Tambang
Harus diakui, sihir Laskar Pelangi benar-benar mengubah takdir pariwisata di Belitung Timur. Bermula dari deretan kata dalam novel yang kemudian meledak di layar lebar, kisah ini sukses menyeret nama Belitung Timur ke panggung nasional. Kini, perpaduan antara pesona alam yang otentik dan jejak nostalgia Laskar Pelangi menjadi magnet pariwisata yang tak terbantahkan.
Tiba di lokasi, teman-teman akan melihat batang kayu penyangga yang menopang bagian depan sekolah ini. Keberadaannya bukan sekadar penahan beban, melainkan simbol keteguhan untuk menolak roboh. Ini menggambarkan betapa kerasnya perjuangan pendidikan anak-anak Melayu Belitung di masa silam.
Menembus Nostalgia Film Laskar Pelangi di Ruang Kelas
Jangan tertipu dengan kesederhanaannya. Di balik dinding kayunya yang tua, tersimpan semangat mimpi yang pernah diterbangkan setinggi langit. Uniknya, replika sekolah ini berdiri menghadap halaman luas berupa hamparan pasir putih. Namun, itu bukan sembarang pasir. Gundukan putih itu adalah limbah pencucian timah, sebuah jejak sejarah tambang yang tak terpisahkan dari Belitung Timur.
Begitu melangkah masuk ke dalam kelas, atmosfer nostalgia seolah-olah menjadi salah satu murid dalam film tersebut. Semuanya terasa begitu nyata. Dinding papan yang sederhana, hingga bangku-bangku kayu tua yang tertata rapi menghadap papan tulis hitam.
Cobalah duduk sejenak di salah satu bangku itu. Rasanya, seolah-olah diri kita ditarik mundur ke masa lalu. Terbayang sosok Bu Muslimah yang mengajar dengan sabar, atau Pak Harfan yang teguh menanamkan nilai moral. Di keheningan kelas ini, telinga kita seolah bisa menangkap riuh rendah suara 10 anak Laskar Pelangi yang sedang berdebat seru tentang cita-cita mereka.
Namun, ini bukan sekadar bangunan sekolah tua. Ini adalah monumen semangat. Berdiri di sini mengingatkan kita bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk bermimpi besar.
Mengabadikan Foto ala Murid Laskar Pelangi
Rasanya sia-sia kalau sudah jauh-jauh kesini dan tidak menghidupkan kembali nostalgia film “Laskar Pelangi” yang membuat memori tentang Bu Muslimah terasa begitu nyata kembali. Setidaknya ada dua aktivitas yang tidak boleh dilewatkan di Replika SD Muhammadiyah Gantong:
Duduk di bangku sekolah yang digunakan dalam film “Laskar Pelangi.”
Cobalah duduk sejenak di bangku-bangku kayu tua di dalam kelas. Rasakan teksturnya dan bayangkan semangat 10 anak Laskar Pelangi yang tetap membara meski dalam kesederhanaan.Mengambil foto dengan latar belakang bangunan sekolah SD Laskar Pelangi.
Mengabadikan jejak dengan berfoto di depan sekolah yang ikonik. Dinding papan yang lapuk dan tiang penyangga kayu akan memberikan latar belakang foto yang artistik sekaligus sarat makna sejarah.
Penutup
Mengunjungi Replika SD Muhammadiyah di Belitung Timur bukan hanya perjalanan wisata, tapi juga perjalanan rasa. Pulang dari sini, ada rasa haru dan semangat baru yang terbawa. Bahwa dari sebuah sekolah reyot di Belitung Timur, dunia bisa melihat betapa dahsyatnya kekuatan mimpi untuk meraih cita-cita.
Jadi, kapan teman-teman akan menjejakkan kaki di Negeri Laskar Pelangi?
- Mengungkap Sekolah “Laskar Pelangi” Belitung Timur, Kesan Kesederhanaan Pendidikan Anak-anak Dulu - February 1, 2026
- Crush 2026 Tour de Zwift Goals and Win a TDZ x Pedal Mafia Smart Frame - February 1, 2026
- Cakram Magma yang Berkedalaman 2,4 Mil Bisa Jadi Alasan Yellowstone Tidak Meledak Sekarang - February 1, 2026




Leave a Reply