Varian COVID baru ‘Stratus’ sedang meningkat, apa saja gejalanya?
(Bisakimia) — Ketika cuaca mulai berubah dan penyakit pernapasan menjadi lebih umum, varian COVID-19 yang sangat menular sedang meningkat di seluruh Amerika Serikat.
Sembilan belas negara bagian sedang melihat tingkat “tinggi” atau “sangat tinggi” dari varian XFG COVID-19, yang dikenal sebagai Stratus, dalam air limbah, menurutData CDCNevada, Utah, Connecticut, dan Delaware melaporkan tingkat tertinggi.
TheStratus,varian ini pertama kali terdeteksi di Asia Tenggara pada Januari. Kasus pertama varian ini ditemukan di AS pada Maret dan membutuhkan beberapa bulan bagi Stratus untuk melebihiNimbusvarian dan menjadi strain dominan dalam kasus COVID di Amerika Serikat
Infeksi Stratus meningkat tajam sepanjang musim panas dan terus meningkat menjelang musim gugur. Dalam periode empat minggu terbaru yang berakhir pada 27 September, Stratus menyumbang sekitar 85% kasus COVID di AS, menurut paraEstimasi Nowcast CDC.

Apa saja gejala Stratus?
Banyak gejala varian Stratus mirip dengan gejala varian COVID sebelumnya, menurutMedicine Stony Brook.
Gejala yang paling umum meliputi:
- Batuk kering yang terus-menerus
- Kelelahan atau keletihan
- Demam
Gejala lain yang mungkin termasuk:
- Sesak napas
- Ketegangan dada
- Sore atau tenggorokan terasa kasar
- Sakit kepala dan nyeri tubuh
- Perut mual, muntah, atau hilangnya selera makan
- Kehilangan rasa atau penciuman (kini lebih jarang)
- Kabut otak atau kesulitan berkonsentrasi
Pencegahan dan pengobatan varian Stratus tidak berbeda dari varian virus COVID-19 lainnya.
Vaksin COVID yang sebelumnya disetujui harustetap efektifmelawan varian baru, menurut WHO.
Pergeseran panduan Covid-19
APanel Nasional Vaksinbaru saja memilih tidak merekomendasikan vaksinasi COVID untuk siapa pun, dan sebaliknya menyarankan bahwa warga Amerika membuat keputusan individu sendiri setelah berbicara dengan dokter mereka. Ini merupakan perubahan dari rekomendasi sebelumnya yang menyatakan bahwa semua warga Amerika harus divaksinasi setiap tahun.
Meskipun ini masih hanya rekomendasi yang menunggu persetujuan dari direktur CDC, perubahan panduan ini telah menimbulkan kebingungan mengenai kelayakan vaksin bagi pasien dan tenaga medis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai akses vaksin, orang-orang sebaiknya berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan mereka.
Pada Agustus,Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) membatasi vaksin Pfizer, Moderna, dan Novavaxuntuk COVIDbagi mereka yang berusia di atas 65 tahundan orang di bawah 65 tahun yang memiliki kondisi kesehatan tertentu yang membuat mereka lebih rentan.
Pada bulan Mei, Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. mengumumkan bahwa vaksin COVID-19 tidak lagi direkomendasikan untuk anak-anak sehat dan wanita hamil. Namun, beberapa ahli kesehatan masyarakat masih meragukan panduan tersebut.
Steph Whiteside dari Bisakimia berkontribusi dalam laporan ini.
Hak Cipta 2025 Nexstar Media, Inc. Seluruh hak dilindungi undang-undang. Bahan ini tidak boleh diterbitkan, disiarkan, ditulis ulang, atau didistribusikan ulang.
Untuk berita terbaru, cuaca, olahraga, dan video streaming, kunjungi Bisakimia.
- Link Cek SKTP Guru 2026 dan Cara Membacanya dengan Benar - January 21, 2026
- KBM Wilayah Terdampak Banjir Sumatera Dibuka 5 Januari, BNPB Siapkan Tenda - January 20, 2026
- Varian COVID baru ‘Stratus’ sedang meningkat, apa saja gejalanya? - January 20, 2026




Leave a Reply