Dokter Beri Tips Cegah Penyebaran Superflu di Indonesia



Bisakimia

Menjelang akhir 2025, lonjakan kasus influenza A (H3N2) Subclade K atau yang populer disebut “super flu” menjadi sorotan.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif untuk mencegah risiko sakit parah hingga kematian.

Kenapa super flu harus diwaspadai?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus influenza yang menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan akut, termasuk super flu.

Julukan “super flu” sendiri muncul disebabkan virus tersebut menular dengan sangat cepat, terutama di daerah bersuhu dingin. Penyakit tersebut juga dapat menimbulkan gejala mulai dari ringan hingga berat melalui droplet batuk, bersin, atau kontak langsung dengan cairan pernapasan orang yang terinfeksi.

“Super flu ini muncul karena penularannya cepat, di mana satu orang bisa menularkan ke dua sampai tiga orang di sekitarnya,” ungkap Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A(K), anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi.

Penting untuk mengetahui tips atau langkah agar seseorang tidak mudah tertular oleh virus influenza tersebut.

Lantas, langkah apa yang perlu dilakukan agar seseorang tidak mudah tertular Super flu?

Tips agar tidak mudah tertular Super flu

Dokter umum di Puskesmas Sibela, Surakarta, dr. Dessy Tri Pratiwi mengungkapkan sejumlah tips dan cara agar seseorang tidak mudah tertular penyakit Super flu.

Hal pertama yang penting untuk dilakukan menurut Dessy adalah agar setiap orang melakukan vaksinasi Influenza tahunan.

“Lakukan vaksinasi Influenza tahunan,” kata Dessy ketika dihubungi.

Lebih lanjut, langkah disiplin protokol 3M juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah 3M tersebut meliputi memakai masker di tempat umum, menjaga jarak minimal satu meter dari orang yang sakit, dan mencuci tangan dengan sabun secara rutin.

Baca Juga  Kampanye vaksinasi HPV menurunkan tingkat kanker serviks baik pada orang yang divaksinasi maupun yang tidak divaksinasi

Kemudian, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat juga tak kalah penting.

“Konsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, dan istirahat minimal 7–8 jam setiap malam,” tambah Dessy.

Kebersihan termasuk salah satu aspek penting agar tidak mudah tertular virus flu. Dessy mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan ponsel, menggunakan disinfektan,” ungkap Dessy.

Tak hanya lingkungan sekitar, area wajah pun juga penting untuk dijaga kebersihannya. Dessy mengingatkan untuk tidak menyentuh area wajah kecuali dengan tangan bersih.

“Jangan menyentuh area mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan, karena virus masuk ke tubuh melalui membran mukosa tersebut,” jelas Dessy.

Apabila seseorang sedang batuk dan bersin, Dessy mengingatkan untuk menutup mulut dan hidung demi mencegah penularan.

“Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan bagian dalam saat batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran droplet. Selain itu, segera isolasi mandiri di rumah ketika sedang sakit untuk memutus rantai penularan di lingkungan kerja atau sekolah,” pungkas Dessy.

Masih dalam kondisi aman

Meski begitu, Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa perkembangan Super Flu di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih berada dalam kondisi terkendali dan aman. Varian ini tidak menunjukkan tingkat keparahan lebih tinggi dibanding subclade influenza lainnya yang beredar di tingkat global.

Surveilans Kemenkes menunjukkan bahwa Influenza A (H3N2) tetap menjadi varian yang paling banyak terdeteksi, namun jumlah kasus nasional mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir. Deteksi virus influenza tipe A subclade K dilakukan melalui whole genome sequencing (WGS) yang merupakan bagian dari sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Ramalan kesehatan zodiak besok: Gemini sakit gigi, Libra nyeri bahu

Hingga 25 Desember 2025, virus influenza A subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025. Berdasarkan data terbaru, 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K tercatat di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Kemenkes menegaskan bahwa saat ini tidak ada indikasi lonjakan kasus berat atau kematian yang terkait langsung dengan super flu. Masyarakat diminta tetap waspada, namun tidak perlu panik berlebihan.

unnamed Dokter Beri Tips Cegah Penyebaran Superflu di Indonesia