Perbaikan Mobil Bekas Banjir, Bisa Pulih Sepenuhnya?
Kondisi Mobil Bekas Banjir: Bisa Diperbaiki, Tapi Tidak Sama Seperti Baru
Banjir yang terjadi di berbagai daerah Indonesia, termasuk di Sumatera, telah menyebabkan banyak mobil mengalami kerusakan. Genangan air yang tinggi membuat mobil-mobil terendam dan kabin serta komponen lainnya tercemar lumpur. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi pemilik mobil: apakah mobil bekas banjir bisa diperbaiki hingga kembali seperti semula?
Menurut Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, mobil bekas banjir memang bisa diperbaiki, tetapi tidak akan pulih sepenuhnya seperti kondisi awalnya. Ini tergantung pada tingkat keparahan banjir dan seberapa dalam air masuk ke dalam kendaraan.
Tingkat Kerusakan Terkait Kedalaman Air
Penanganan mobil bekas banjir sangat bergantung pada kedalaman genangan air. Jika air hanya merendam bagian luar kendaraan tanpa masuk ke kabin atau mesin, maka kerusakan relatif ringan. Dalam situasi ini, langkah penanganan meliputi:
- Mencuci bagian bawah kendaraan
- Memeriksa sistem rem
- Mengganti oli mesin dan oli transmisi untuk menjaga keamanan
Dengan perawatan yang tepat, mobil dapat pulih hampir 100 persen karena kotoran banjir tidak sampai merusak komponen penting.
Jika air masuk ke dalam kabin, tetapi tidak sampai menenggelamkan dasbor, fokus penanganan bisa difokuskan pada karpet dasar. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain:
- Membongkar interior
- Mencuci karpet dasar
- Mengeringkan kabel-kabel di bawah karpet
- Mengganti seat belt pretensioner jika tersedia
Meski mobil bisa kembali mendekati kondisi normal, bau lembap sering kali sulit hilang sepenuhnya. Selain itu, risiko karat di bawah karpet juga muncul, terutama jika mobil dibiarkan basah dalam waktu lama.
Kerusakan Parah Akibat Banjir
Jika air banjir mencapai dasbor, ECU/ECM (Engine Control Module) akan terendam, sensor-sensor dan kabel memiliki risiko korsleting, serta air bag pasti rusak dan harus diganti. Penggantian komponen tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar. Bahkan, jika hanya diperbaiki, mobil tidak akan kembali seperti baru.
Imun menjelaskan bahwa penanganan mobil bekas banjir sangat kompleks. Proses pengerjaan membutuhkan waktu yang lebih lama dan ketelitian tinggi agar semua sistem kendaraan kembali berfungsi dengan baik. Hal ini mencakup pemeriksaan mesin, transmisi, sistem elektrikal, serta penanganan interior dan eksterior.
Keputusan yang Biasa Diambil
Banyak orang memilih untuk menjual mobil yang pernah terendam banjir parah daripada memperbaikinya. Alasan utamanya adalah biaya perbaikan yang sangat besar. Apalagi jika mobil sempat terseret banjir dan bodi menjadi rusak, biaya perbaikan bisa jauh lebih mahal.
Selain itu, ada potensi risiko jangka panjang seperti karat dan jamur yang muncul akibat kelembapan. Pemilik mobil perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini sebelum memutuskan apakah akan memperbaiki atau menjual mobil bekas banjir.
Kesimpulan
Secara umum, mobil bekas banjir bisa diperbaiki, tetapi tidak akan pulih sepenuhnya seperti semula. Semakin parah banjirnya, semakin besar kemungkinan komponen rusak dan biaya perbaikan meningkat. Oleh karena itu, pemilik mobil perlu mempertimbangkan segala aspek sebelum memutuskan tindakan yang akan diambil.
- Dikbud Bengkulu Selatan Tindak Tegas Guru dan Siswa Tak Hadir Pasca Libur Semester - January 16, 2026
- Pronegenetik untuk ADHD dan autisme dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi - January 16, 2026
- Why Trump Took a Third Cognitive Test: Health Claim Fuels Online Speculation - January 16, 2026




Leave a Reply