Lutesha Buka Rahasia Tantangan Berakting di Film Pelangi di Mars

Lutesha menghadapi tantangan yang cukup berat ketika ditunjuk untuk memainkan peran sebagai seorang astronot dalam film Pelangi di Mars. Tantangan ini muncul karena penggunaan teknologi Extended Reality (XR) dalam proses syuting.
“Sebagai aktor, ini cukup menantang karena biasanya kita langsung berada di set, bisa berinteraksi langsung dengan props, setting, dan lawan mainnya,” kata Lutesha dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Tantangan Lutesha Main di Film Pelangi di Mars
Menurut Lutesha, syuting dengan teknologi XR membutuhkan imajinasi yang kuat dari para pemain. “Meski ada background yang bergerak, tetap saja kita harus bekerja keras untuk menjaga eye line dan imajinasi,” jelasnya.
Perempuan berusia 31 tahun ini memberikan gambaran tentang hal-hal yang harus dibayangkan saat bermain dalam film Pelangi di Mars. “Kita harus membayangkan pesawat lewat dari satu tempat ke tempat lain, atau bahkan membayangkan situasi tertentu. Daya imajinasi memang harus diasah,” ujarnya.

Tantangan lain yang dirasakan Lutesha adalah soal pakaian astronot yang harus ia kenakan selama syuting. Meskipun tidak mudah, ia harus beradaptasi dengan gerakan yang terbatas akibat kostum yang berat.
“Salah satu tantangan terberat adalah kostumnya. Kostumnya sangat ketat dan berat, dengan banyak sekali pelindung seperti siku dan lutut. Helmnya juga dilengkapi kipas angin agar tidak terasa pengap,” kata Lutesha.
Saat menggunakan helm, ia mengatakan bahwa suara lawan mainnya kadang tidak terdengar. “Jadi, tantangannya di situ, cukup sulit,” tambahnya.
Selain Lutesha, film Pelangi di Mars juga dibintangi oleh Keinaya Messi Gusti, Rio Dewanto, dan Livi Renata. Film ini telah tayang di bioskop sejak 18 Maret 2026.
Dengan latar belakang tahun 2100, film ini menceritakan kisah Pelangi (Keinaya Messi Gusti), seorang gadis berusia 12 tahun yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars.
Setelah ditinggalkan ibunya, Pelangi harus bertahan hidup bersama sekelompok robot. Bersama-sama para robot, Pelangi memimpin misi mencari Zeolith Omega, mineral langka yang diyakini mampu memurnikan air dan menjadi harapan terakhir umat manusia di Bumi.
- Does Load Boost Work in 2026? - April 10, 2026
- Lutesha Buka Rahasia Tantangan Berakting di Film Pelangi di Mars - April 10, 2026
- KSAN Weekend Weather Forecast: March 21, 2026 - April 10, 2026




Leave a Reply