Salat Ied di Kampus, Khatib Ajak Lapang Dada pada Perbedaan
Salat Ied di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau
Salat Ied Idulfitri 1447 Hijriah di kampus Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) berlangsung dengan antusias. Acara yang digelar di Masjid Baitul Hikmah ini dihadiri oleh ribuan jemaah. Meskipun hujan mengguyur, hal tersebut tidak mengurangi semangat peserta untuk hadir langsung.
Karena jumlah jemaah sangat banyak, beberapa dari mereka harus melaksanakan salat di ruang kelas atau halaman masjid. Hal ini menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam merayakan hari raya Idulfitri bersama.
Pesan Khatib tentang Persatuan
Dr H Zulfadli Lc MA, selaku khatib, menyampaikan pesan penting tentang persatuan dalam suasana perbedaan jadwal Idulfitri tahun ini. Ia menekankan bahwa perbedaan tersebut bukan alasan untuk terpecah belah. Pemerintah telah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada tanggal 21 Maret 2026, namun hal ini tidak boleh menjadi penghalang untuk menjaga kebersamaan.
“Sementara kita Idulfitri hari ini. Meski demikian, perbedaan tersebut bukan alasan untuk kita terpecah,” katanya. Dia mengajak umat Islam untuk berlapang dada dengan perbedaan dan fokus pada persamaan yang ada.
“Justru yang paling banyak itu persamaan. Sama-sama Tuhan kita Allah, nabi kita Muhammad, sama-sama agama Islam, kita suci kita Alquran. Banyak yang sama, yang berbeda itu hanya berbeda tanggal hari raya saja,” tuturnya.
Dia juga mengajak semua pihak melihat persamaan yang ada dan melupakan perbedaan sehingga bisa tetap bersatu sebagai umat Islam.
Enam Hal yang Perlu Dilakukan Pasca Ramadan
Selain itu, khatib menyampaikan enam hal yang perlu dilakukan agar tetap meraih kemenangan pasca ramadan. Keenam hal tersebut adalah:
- Istiqomah dalam menjalani kehidupan beragama
- Memperbanyak dzikir dan ibadah
- Taat kepada Allah dan Rasul
- Jangan berbantah-bantah
- Bersabar dan ikhlas dalam segala hal
Tanggapan Wakil Rektor III Umri
Wakil Rektor III Umri, Prof Dr Jufrizal Syahri, M.Si, mengatakan bahwa ia bersyukur acara salat Ied Idulfitri di kampus berlangsung dengan lancar dan hikmat. Meskipun lokasi salat awalnya direncanakan di halaman kampus, akhirnya dipindahkan ke dalam masjid dan ruang lainnya karena hujan.
“Ini momen setiap tahun yang kita lakukan. Kita memberikan akses, tempat dan edukasi kepada masyarakat untuk merayakan salat Idulfitri di kampus. Ini bukti kampus berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Terkait perbedaan jadwal Idulfitri, Jufrizal berharap semua memandangnya sebagai anugerah untuk saling menghargai. “Meskipun hari ini Muhammadiyah berlebaran, tapi bukan berarti bisa semena-mena makan di pinggir jalan. Kita tetap menghargai teman-teman Muslim yang masih berpuasa hari ini,” tuturnya.




Leave a Reply