Mahasiswa USK Kembangkan Pompa Air Tenaga Surya di Gayo Lues

Mahasiswa PSDKU USK Bantu Pemulihan Sektor Pertanian Pasca-Bencana

Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (USK) yang berada di kampus Gayo Lue turut serta dalam membantu pemulihan sektor pertanian pascabencana. Langkah ini dilakukan di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca. Mereka melakukan implementasi teknologi pompa air tenaga surya sebagai solusi irigasi bagi lahan pertanian yang terdampak bencana.

Teknologi ini diterapkan pada Selasa (17/3/2026). Program ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Tujuan dari program ini adalah untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Kegiatan ini difokuskan pada membantu petani mengatasi keterbatasan air pascabanjir yang diikuti dengan periode kekeringan. Peristiwa tersebut sebelumnya menyebabkan penurunan produktivitas lahan akibat gangguan sistem irigasi. Melalui inovasi ini, mahasiswa memasang sistem pompa air berbasis energi surya yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi utama untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

Teknologi ini dinilai efisien, ramah lingkungan, serta mampu menekan biaya operasional karena tidak bergantung pada bahan bakar fosil. Koordinator tim mahasiswa menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini dirancang sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan. “Selain mempercepat pemulihan lahan pascabencana, sistem ini juga mendorong petani beralih ke praktik pertanian yang lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Selain melakukan instalasi, mahasiswa juga memberikan pendampingan teknis kepada petani terkait penggunaan dan perawatan pompa. Pendampingan ini bertujuan agar teknologi yang diterapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Kegiatan ini mendapat respons positif dari petani setempat. Mereka menilai keberadaan pompa air tenaga surya mampu memperlancar distribusi air ke lahan, sehingga proses tanam dapat kembali berjalan normal.

Baca Juga  Teen in running for global science video prize

Samsul Bahri, anggota Kelompok Tani “Senarebung”, mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi inovatif bagi petani. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kemendiktisaintek atas dukungan dalam pemulihan pascabencana. “Program ini sangat membantu kami dalam mengelola air dan meningkatkan produktivitas lahan. Harapannya, hasil pertanian ke depan bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Dengan penerapan teknologi tepat guna ini, mahasiswa diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana.


unnamed Mahasiswa USK Kembangkan Pompa Air Tenaga Surya di Gayo Lues