Dua Pemain U-17 Indonesia Siap Berlaga di Belanda dan Belgia, Simon Tahamata: Kualitas Teruji
Potensi Pemain Muda Indonesia di Eropa
Simon Tahamata, Kepala Pemandu Bakat (Scouting) PSSI, menilai bahwa kualitas pemain muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang hingga level internasional. Ia juga membuka peluang bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk mencoba peruntungan berkarier di Eropa.
Menurut Simon, dari hasil pemantauannya, terdapat beberapa pemain muda, khususnya dari tim U-17, yang dinilai layak mendapatkan kesempatan tersebut. Ia menyebutkan ada dua pemain muda Indonesia yang potensial, terutama dari tim U-17. Simon ingin mencoba membawa mereka ke Belanda atau Belgia. Ada satu atau dua pemain yang menurutnya layak mencoba bermain di Eropa.
Pengalaman bermain di Eropa, menurut Simon, akan memberikan dampak besar terhadap perkembangan pemain, baik dari segi teknik, mental, maupun pemahaman taktik permainan. Ia juga menyinggung contoh pemain yang telah merasakan atmosfer sepakbola internasional, seperti kiper Maarten Paes yang saat ini berkarier di Ajax, Belanda.
“Seperti kiper kita, Maarten Paes, yang sekarang bermain dengan baik di Ajax. Saya senang jika ada pemain muda Indonesia bisa mendapat kesempatan bermain di Eropa juga,” tambahnya.
Latar Belakang Simon Tahamata
Simon Tahamata sendiri merupakan sosok berpengalaman di dunia sepakbola internasional. Pria kelahiran Belanda berdarah Maluku ini pernah menjadi pemain profesional dan dikenal sebagai legenda klub Ajax Amsterdam pada era 1970-an hingga 1980-an. Setelah pensiun sebagai pemain, Simon melanjutkan karier sebagai pelatih dan pembina usia muda di sejumlah klub Eropa, termasuk di akademi Ajax yang terkenal melahirkan banyak pemain top dunia.
Ia resmi bergabung dengan PSSI pada tahun Mei 2025 sebagai Kepala Pemandu Bakat (Head Scouting). Kehadirannya diharapkan mampu membantu menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda Indonesia agar bisa bersaing di level internasional.
Harapan untuk Pemain Muda Indonesia
Dengan pengalaman dan jaringan yang dimilikinya, Simon optimistis pemain muda Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus kompetisi Eropa di masa depan. Ia percaya bahwa dengan bimbingan yang tepat dan kesempatan yang layak, pemain-pemain muda Indonesia dapat berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional.
Beberapa faktor yang membuat Simon yakin adalah kualitas teknik, mental, dan ketekunan para pemain muda Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya pengalaman bermain di luar negeri sebagai bagian dari proses pengembangan diri seorang pemain sepak bola.
Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh PSSI
PSSI, melalui Simon Tahamata, telah melakukan langkah-langkah strategis dalam mencari dan memperkuat bakat-bakat muda Indonesia. Salah satunya adalah dengan menjalin kerja sama dengan klub-klub Eropa. Dengan demikian, pemain-pemain muda Indonesia dapat mendapatkan pelatihan dan pengalaman yang lebih baik.
Selain itu, PSSI juga berupaya membangun sistem pengembangan pemain yang lebih terstruktur. Hal ini mencakup pelatihan teknis, mental, dan taktik, serta penguatan infrastruktur sepak bola di dalam negeri.
Tantangan dan Peluang
Meski ada banyak peluang, tantangan juga tidak bisa diabaikan. Sepak bola di Eropa sangat kompetitif, dan pemain muda Indonesia harus siap menghadapi tekanan dan persaingan yang ketat. Namun, dengan dukungan dari PSSI dan bimbingan dari Simon Tahamata, pemain-pemain muda Indonesia memiliki peluang besar untuk sukses.
Dalam waktu dekat, Simon akan terus melakukan pemantauan terhadap pemain-pemain muda Indonesia. Ia berharap dapat menemukan lebih banyak bakat-bakat potensial yang bisa dibawa ke Eropa untuk berkembang.
Kesimpulan
Kehadiran Simon Tahamata di PSSI diharapkan menjadi awal baru dalam pengembangan sepak bola Indonesia. Dengan visi dan pengalaman yang dimilikinya, ia berkomitmen untuk membantu pemain-pemain muda Indonesia meraih kesuksesan di tingkat internasional. Dua pemain U-17 yang disebutkan oleh Simon merupakan contoh bahwa potensi pemain muda Indonesia sangat besar, dan dengan bimbingan yang tepat, mereka bisa menjadi pemain hebat di Eropa.
- Tyler Bilodeau Still Struggles with Knee Soreness at UCLA - March 31, 2026
- Dua Pemain U-17 Indonesia Siap Berlaga di Belanda dan Belgia, Simon Tahamata: Kualitas Teruji - March 31, 2026
- Black Family Wellness Expo Returns to Wichita for Second Year - March 31, 2026




Leave a Reply