Siswa SMP Solo Terlibat Narkoba, BNNK Ungkap Penyebabnya
Permasalahan Narkoba di Sekolah Menengah Pertama di Solo
Orang tua di Kota Solo kini diminta untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka. Hal ini terkait dengan temuan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diduga menggunakan obat terlarang golongan G dan tembakau sintetis. Kejadian ini menunjukkan bahwa masalah narkoba tidak hanya mengancam remaja di luar sekolah, tetapi juga telah masuk ke lingkungan pendidikan.
Faktor Utama Penyebab Penggunaan Narkoba
Menurut Kepala BNN Kota Solo, Kombes Pol Ventie Bernard Musak, faktor lingkungan dan pergaulan menjadi penyebab utama penggunaan narkoba oleh siswa. Siswa yang bertemu dengan orang-orang yang menggunakan narkotika di luar sekolah cenderung terpengaruh. Selain itu, harga narkotika yang murah dan mudah dijangkau membuat sebagian siswa nekat mencoba.
“Kurang lebih beberapa siswa yang di sekolah di Surakarta itu menggunakan karena harganya murah dan terjangkau,” ujar Bernard. Ia menambahkan bahwa dampak penggunaan narkoba terlihat dari perubahan sikap siswa, seperti kurang semangat, penampilan tidak rapi, hingga sering datang terlambat ke sekolah.
Jumlah Siswa Terpapar Narkoba
Berdasarkan laporan dari berbagai sekolah, sekitar 30 siswa SMP di Kota Solo terindikasi menggunakan narkotika dan tembakau sintetis. Temuan ini muncul setelah beberapa sekolah melaporkan ciri-ciri siswa yang diduga menjadi pengguna barang haram tersebut.
Bernard menjelaskan bahwa jenis narkotika yang digunakan bervariasi, termasuk obat terlarang golongan G dan tembakau sintetis. Obat-obatan daftar G diketahui memiliki efek serupa bahkan bisa lebih dahsyat dari narkoba pada umumnya.
“Jenis-jenisnya seperti ada obat daftar G, jenis misalnya Trihex, ada juga Alprazolam (psikotropika), terus juga ada tembakau sintetis,” jelas Bernard saat dihubungi Bisakimia, Kamis (26/2/2026) siang.
Langkah yang Dilakukan BNNK Solo
Menindaklanjuti laporan tersebut, BNNK Solo melakukan screening dan rehabilitasi kepada siswa yang terindikasi terpapar narkotika. Proses ini dilakukan sebagai langkah awal dalam menangani kasus penggunaan narkoba di kalangan pelajar.
Laporan dari sekolah menjadi dasar penanganan oleh BNNK Solo. “Jadi kalau temuan itu berdasarkan laporan masing-masing sekolah memberi laporan ke BNNK Surakarta bahwa ada beberapa siswa dalam tanda kutip mereka menjadi penyalahguna obat-obat berbahaya, obat-obat daftar G bahkan ada yang menggunakan jenis pil yang kandungan Thrihex ada aprazolam yang psikotropika. Beberapa sekolah itu langsung meminta kita untuk melakukan penanganan awal,” ujar Bernard.
Dampak Penggunaan Narkoba pada Pendidikan
Penggunaan narkoba tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental siswa, tetapi juga berpotensi mengganggu proses belajar mengajar. Siswa yang terkena pengaruh narkoba cenderung kurang fokus dan tidak disiplin, sehingga dapat memengaruhi prestasi akademik mereka.
Selain itu, penggunaan narkoba juga berisiko tinggi menyebabkan kerusakan jangka panjang, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pihak sekolah untuk bekerja sama dalam mencegah penggunaan narkoba di kalangan pelajar.
Kesimpulan
Permasalahan narkoba di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa tindakan pencegahan dan edukasi harus diperkuat. Orang tua, guru, dan lembaga terkait perlu saling bekerja sama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan jumlah siswa yang terlibat dalam penggunaan narkoba dapat diminimalisir.




Leave a Reply