Safari Ramadhan 1447 Hijriah Kaesang Pangarep: Jangan Jadikan Kiai dan Pesantren Alat Politik!

Kegiatan Safari Ramadan Partai Solidaritas Indonesia di Banten

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melakukan kunjungan ke dua pondok pesantren di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari safari Ramadan 1447 Hijriah yang dilakukan oleh partai tersebut.

Agenda pertama dalam kunjungan ini adalah kedatangan Kaesang ke kediaman ulama kharismatik Abuya Muhtadi, yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Fathul Ma’ani di Kecamatan Menes.

Selama kunjungan tersebut, Kaesang berinteraksi langsung dengan para santri. Ia tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga aktif bertanya dan membangun komunikasi yang hangat. Pertanyaan yang diajukan sangat beragam, mulai dari hafalan surat Al-Qur’an hingga pengetahuan umum. Santri yang mampu menjawab dengan benar diberi hadiah oleh Kaesang. Suasana yang tercipta sangat antusias dan penuh keakraban.

Momen Silaturahmi dengan Ulama dan Pesantren

Menurut Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, kegiatan safari Ramadan ini memiliki makna penting bagi partai. Ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan kalangan ulama dan pesantren.

“Karena ini bulan suci Ramadan, bulan yang baik, maka kami mengunjungi tempat-tempat yang baik dengan harapan mendapat berkah dari Allah SWT,” ujar Ali pada Kamis, 26 Februari 2026.

Ali menekankan bahwa kunjungan ke pesantren bukan hanya sebagai bentuk silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana bagi kader PSI untuk belajar dan memperdalam pemahaman tentang keagamaan serta budaya.

“Saya sampaikan kepada kader PSI, jadikan pondok pesantren sebagai tempat belajar. Jadikan ulama dan kiai sebagai guru, terutama ketika lelah dalam kerja-kerja partai,” ujarnya.

Pentingnya Memperhatikan Peran Ulama

Ali juga menekankan pentingnya menjadikan ulama sebagai rujukan dalam berbagai hal. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan tafsir yang bisa memicu kegaduhan atau perpecahan.

Baca Juga  Ketu Utara akan memberi penghormatan kepada guru dengan perayaan khusus, meluncurkan penghargaan anggota parlemen

“Jangan pernah kiai dan pondok pesantren dijadikan alat politik untuk memenangkan partai,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa PSI ingin menjaga hubungan dengan kalangan ulama secara profesional dan tidak memanfaatkan posisi mereka untuk kepentingan politik.

Kesimpulan

Melalui kegiatan safari Ramadan ini, PSI menunjukkan komitmen untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan kalangan pesantren dan ulama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat pemahaman keagamaan dan budaya di kalangan kader partai.

Dengan langkah-langkah seperti ini, PSI berupaya menciptakan iklim yang saling menghormati dan menjaga nilai-nilai keislaman serta tradisi lokal.

unnamed Safari Ramadhan 1447 Hijriah Kaesang Pangarep: Jangan Jadikan Kiai dan Pesantren Alat Politik!