Jaga Kesehatan Pemudik, BBKK Surabaya Buka Posko di Jalur Udara dan Laut
Kesiapsiagaan BBKK Surabaya Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2026
Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya telah meningkatkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mendirikan posko kesehatan di berbagai titik transportasi utama. Hingga tanggal 17 Maret, sebanyak 133 pemudik telah memanfaatkan layanan yang disediakan.
Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dari segi kesehatan. Ia menekankan bahwa keamanan dan kesehatan pemudik menjadi prioritas utama.
“BBKK Surabaya berkomitmen penuh untuk memastikan setiap pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan sehat. Mudik sehat adalah kunci Lebaran yang nyaman dan penuh kebahagiaan,” ujarnya pada Rabu (18/3).
Posko kesehatan tersebut ditempatkan di beberapa lokasi strategis seperti Bandara Juanda, Bandara Dhoho, serta pelabuhan-pelabuhan besar seperti Tanjung Perak, Gresik, Tuban, dan Kalianget. Di sana, pemudik bisa mengakses berbagai layanan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, dan edukasi terkait penyakit menular.
Selain itu, pengawasan kesehatan juga dilakukan melalui berbagai metode. Contohnya, pemindaian suhu tubuh menggunakan thermal scanner, pemantauan visual oleh petugas, serta pemeriksaan deklarasi kesehatan, terutama bagi pelaku perjalanan dari luar negeri.
“Deteksi dini menjadi kunci. Kami menerapkan sistem surveilans berbasis risiko dan siap melakukan rujukan cepat jika ditemukan kasus suspek,” tambahnya.
BBKK Surabaya juga mengantisipasi peningkatan kasus penyakit tertentu yang sering muncul saat musim mudik. Beberapa penyakit yang kerap muncul antara lain infeksi saluran pernapasan, diare, hipertensi, serta gangguan kesehatan akibat kelelahan. Berdasarkan data sementara, kasus hipertensi dan ISPA menjadi yang paling banyak ditangani di posko kesehatan.
Di sisi lain, kewaspadaan terhadap penyakit impor juga terus diperkuat. Penyakit-penyakit seperti COVID-19, Mpox, demam kuning, meningitis, dan legionellosis menjadi fokus pengawasan. Pihak BBKK Surabaya terus memperkuat protokol kesehatan guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum bepergian. Hal ini mencakup membawa obat pribadi, menjaga asupan makanan, serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia selama perjalanan.
Rosidi menegaskan bahwa menjaga kesehatan tidak hanya penting saat tiba di tujuan, tetapi juga sepanjang perjalanan mudik berlangsung. Ia menyarankan agar masyarakat tidak hanya fokus sampai tujuan, tetapi juga memastikan kondisi tubuh tetap terjaga agar bisa merayakan Lebaran dengan optimal bersama keluarga.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
BBKK Surabaya juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk operator transportasi dan pemerintah daerah, guna memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan kolaborasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan selama perjalanan mudik semakin meningkat.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, BBKK Surabaya berharap dapat memberikan perlindungan kesehatan yang maksimal bagi para pemudik, sehingga Lebaran 2026 dapat dirayakan dengan aman dan nyaman.
- Your Core Routine Is Incomplete Without These Oblique Exercises - March 30, 2026
- Mengapa Lutut Saya Memar Akibat Berlari? - March 30, 2026
- 25 Soal Kimia Kelas 11 SMA Semester 2 Kurikulum Merdeka 2026 dengan Jawaban - March 30, 2026




Leave a Reply