Pujikan Potensi Anak Sikka, Prof Yohanes Surya Dorong Pertumbuhan Sanis di NTT
Prof. Yohanes Surya: Belajar Sains Bukan Hanya Hafalan Rumus
Prof. Yohanes Surya, seorang fisikawan ternama di Indonesia, baru saja memberikan kuliah umum dalam acara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika Kabupaten Sikka yang berlangsung di SMA Katolik Frateran Maumere pada Kamis (19/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman dan metode pembelajaran sains yang inovatif, yaitu metode Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan).
Menurut Prof. Yohanes, kunci utama belajar sains bukanlah hafalan rumus, melainkan penguasaan konsep yang kuat. Ia menekankan bahwa fisika, yang sering dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan bagi siswa, bisa menjadi sangat mudah jika diajarkan secara konkret dan dapat dibayangkan oleh anak-anak.
Metode Gasing: Pembelajaran Sains yang Menyenangkan
Metode Gasing yang diperkenalkan oleh Prof. Yohanes mencoba mengubah cara pandang siswa terhadap pelajaran sains. Ia menjelaskan bahwa dengan memahami konsep dasar, siswa akan lebih mudah memahami soal-soal yang kompleks. “Bagaimana belajar fisika tanpa rumus? Dengan penguasaan konsep yang kuat, fisika jadi gampang. Soal sesulit apa pun jadi mudah karena anak bisa membayangkan prosesnya,” ujarnya.
Dalam pembelajaran, ia menekankan pentingnya visualisasi dan penggunaan contoh nyata agar siswa mampu memahami konsep-konsep abstrak dalam sains. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif.
Transformasi Luar Biasa Anak-Anak Sikka
Salah satu momen yang paling mengesankan dalam kunjungan Prof. Yohanes ke Kabupaten Sikka adalah saat ia melatih sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD). Uniknya, siswa yang dipilih untuk mengikuti pelatihan adalah mereka yang memiliki nilai matematika paling rendah di kelasnya.
“Kemarin waktu pelatihan, kami memilih anak-anak yang awalnya tidak bisa berhitung, bahkan sulit sekali. Tapi dalam waktu dua minggu, mereka jadi hebat sampai semua orang kaget,” kata Prof. Yohanes.
Perubahan drastis ini menunjukkan bahwa potensi besar tersimpan di dalam diri anak-anak NTT. Ia berharap potensi ini terus “dihidupkan” agar anak-anak tidak lagi takut pada matematika, fisika, atau kimia.
Mendorong Pertumbuhan Sains dari NTT
Lebih jauh, Prof. Yohanes bermimpi agar transformasi pendidikan di NTT bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan sains dan teknologi di tingkat nasional. Ia berharap potensi-potensi hebat di Sikka dan NTT ini bisa dibangkitkan, sehingga anak-anak mulai mencintai sains dan teknologi ke depannya.
“NTT akhirnya mendorong pertumbuhan sains di Indonesia,” pungkasnya.
Kesimpulan
Melalui metode Gasing dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, Prof. Yohanes Surya menunjukkan bahwa belajar sains bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan efektif. Dengan fokus pada pemahaman konsep, bukan hanya hafalan rumus, anak-anak bisa mengembangkan potensi terbaiknya dan menghadapi pelajaran sains dengan percaya diri.
- The hidden cost of early retirement: Is your loved one struggling? - March 29, 2026
- Empat Pelajar Lombok Tengah Ciptakan Prestasi Mengagumkan di Seleksi Paskibraka 2026 - March 29, 2026
- Sunny and Milder Sunday Forecast - March 29, 2026




Leave a Reply