30 Tahun Perjuangan Perawat PRR di RSU Naob Menghadapi Stigma Kusta

Sejarah dan Perkembangan RSU Naob di NTT

RSU Naob yang terletak di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki sejarah panjang dalam pelayanan kesehatan khusus untuk pasien kusta. Awalnya, rumah sakit ini adalah Rumah Sakit Khusus Kusta pertama di NTT dan satu-satunya di Pulau Timor. RSU Naob dikelola oleh para Biarawati Katolik dari Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR), yang telah berkiprah di wilayah ini sejak tahun 1997.

Awal Mula Pelayanan Pasien Kusta

Pada awalnya, para suster PRR tinggal di sebuah rumah milik kongregasi mereka di Desa Naob. Pada tahun 1997, kongregasi membangun klinik di wilayah tersebut. Klinik ini tidak hanya melayani pengobatan pasien umum, tetapi juga memperkenalkan layanan khusus untuk penyakit kusta. Sejak saat itu, pelayanan dan proses pelacakan pasien kusta mulai dilakukan secara sistematis.

Keputusan untuk menjalankan misi pelayanan bagi pasien kusta di wilayah ini dibuat menjelang perayaan 40 tahun berdirinya Kongregasi PRR. Para pimpinan kongregasi ingin menghidupkan kembali karya warisan pendiri kongregasi, yakni Mgr. Gabriel Manehat SVD. Lokasi pemukiman orang kusta yang dipilih adalah Kampung Bele, Desa Maurisu Utara, tempat pemerintah menempatkan sebanyak 25 kepala keluarga yang terinfeksi kusta.

Upaya Menghilangkan Stigma dan Menyembuhkan Penyakit

Langkah awal dalam pelayanan penyakit kusta adalah dengan berkunjung ke desa-desa, puskesmas-puskesmas, dan bekerja sama dengan pihak kecamatan. Tujuannya adalah menyampaikan pesan bahwa penyakit kusta dapat disembuhkan, serta memberikan pengetahuan tentang cara merawat pola hidup bersih dan bahwa kusta bukan penyakit keturunan.

Para suster juga melakukan kunjungan ke pasar mingguan di sekitar perbatasan, seperti Kampung Fautbena, untuk menemui pasien kusta. Mereka juga menjemput pasien yang tinggal di kebun, terutama di wilayah Kabupaten Malaka. Di masa lalu, banyak pasien kusta mengasingkan diri ke kebun untuk menghindari stigma dan mencegah penularan kepada keluarga dan masyarakat.

Baca Juga  Metode pemetaan molekuler memungkinkan para peneliti untuk menyelidiki penyebab penyakit jantung

Pengembangan Keterampilan dan Kreativitas Pasien

Pasien kusta yang telah pulih diberikan pelatihan dan keterampilan agar mereka bisa mandiri setelah kembali ke masyarakat. Pelatihan ini mencakup bidang pertanian, peternakan, dan permebelan. Tujuannya adalah agar mereka bisa menghidupi diri sendiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain.

Di bagian belakang rumah sakit, terdapat lahan pertanian, bengkel kayu, dan lahan peternakan. Eks pasien kusta membantu pengelolaan lahan tersebut. Beberapa dari mereka memilih menjadi karyawan di lokasi tersebut, sementara yang lain kembali ke rumah setelah mengikuti pembekalan.

Perubahan Status RSU Naob

Pada tahun 2022, muncul regulasi baru yang mengubah kategori rumah sakit khusus menjadi rumah sakit umum. Untuk menjawab regulasi ini, Yayasan Bunda Pembantu Abadi Naob melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan status RSU Naob dari rumah sakit khusus menjadi rumah sakit umum. Oleh karena itu, nama rumah sakit ini diubah menjadi Rumah Sakit Umum Naob pada tahun 2024.

RSU Naob kini berada dalam kategori rumah sakit umum tipe D. Meski begitu, layanan unggulan tetap fokus pada pasien kusta. Namun, ada tantangan dalam hal ketersediaan dokter spesialis. Karena lokasi rumah sakit di desa, sedangkan semua rumah sakit di Kabupaten TTU berada di Kota Kefamenanu, jarak dan kondisi jalan yang buruk menjadi hambatan.

Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Pada bulan Maret 2025, Yayasan Bunda Pembantu Abadi Naob meminta tim dari BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan visitasi. Setelah visitasi, fasilitas kesehatan di RSU Naob dinilai cukup memadai, sehingga status rumah sakit ini diturunkan menjadi Rumah Sakit Tipe D Pratama.

Setelah akreditasi, RSU Naob menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan pada Agustus 2025. Tujuan utamanya adalah agar rumah sakit ini tetap bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kecil di wilayah tersebut.

Baca Juga  7 Bahaya Begadang yang Merusak Tubuh dan Pikiranmu

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski masih menghadapi tantangan seperti minimnya kepesertaan BPJS Kesehatan, RSU Naob tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik. Dengan dukungan komunitas dan keterlibatan eks pasien kusta, harapan besar diarahkan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk masyarakat terpinggirkan di daerah terpencil.




unnamed 30 Tahun Perjuangan Perawat PRR di RSU Naob Menghadapi Stigma Kusta