Puluhan Korban Tewas Akibat Wabah



WAMENA — Sebanyak 21 warga yang tinggal di lima kampung di Distrik Panggema, Kabupaten Yahukimo, dikabarkan meninggal dunia dalam waktu dekat. Kematian ini disebut sebagai dampak dari adanya wabah penyakit. Hasil sementara menunjukkan bahwa penyakit ISPA paling dominan, diikuti oleh pneumonia dan diare. Selain itu, tidak adanya petugas kesehatan di Puskesmas semakin memperparah kondisi kesehatan masyarakat.

Salah satu tokoh gereja Hutkimo, Tinus Aliknoe, menyatakan bahwa kematian ini bukan hanya disebabkan oleh serangan penyakit, tetapi juga diperparah karena ketiadaan pelayanan kesehatan dan minimnya kehadiran tenaga medis dari Puskesmas Panggema.

“Warga di kampung-kampung harus berjuang sendirian melawan penyakit tanpa bantuan medis yang ada di Puskesmas Panggema. Puskesmas ini seharusnya menjadi pusat pertolongan pertama, tetapi karena tidak ada petugas, warga harus mencari jalan lain untuk berobat,” ujarnya saat berada di Wamena, Rabu (25/2).

Tinus juga mengungkapkan bahwa korban kematian terjadi di wilayah Hutkimo, bagian atas dari Puskesmas Panggema, yaitu di Kampung Tukam, Volongsili, Kemumanggen, Pontengpilik, Tongkoi, serta beberapa kampung lainnya. Jika ditotal hingga kini, jumlah warga yang telah meninggal dunia mencapai 21 orang. Penyakit tersebut mulai menjangkit sejak awal Desember 2025 hingga Februari 2026.

“Penderita wabah mengeluhkan sesak napas. Jika tidak segera ditolong, hal ini bisa menyebabkan kematian. Sampai saat ini, sudah 21 orang meninggal dunia, dengan rincian empat bayi dan 18 orang dewasa,” jelasnya.

Menurutnya, setelah kejadian ini, pihak gereja sudah melaporkan kepada kepala Puskesmas Panggema dan dinas terkait. Namun, tindakan yang dilakukan terlalu lambat karena banyak warga yang sudah meninggal dunia.

“Banyak tenaga kesehatan (Nakes) yang ditugaskan di Puskesmas Panggema, tetapi tidak berada di tempat tugas dalam waktu lama dan meninggalkan masyarakat tanpa akses pengobatan,” tambah Tinus.

Baca Juga  5 Fakta Menarik tentang Vontsira Berekor Panjang, Makhluk Gesit dengan Sejarah Evolusi Unik

Selain itu, letak geografis wilayah juga memperparah situasi. Layanan posyandu, imunisasi, bahkan kunjungan ke setiap kampung untuk memberikan pelayanan kesehatan kini tidak ada sama sekali.

“Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo segera melakukan investigasi secara menyeluruh dan mengevaluasi seluruh staf dan pimpinan Puskesmas Panggema. Audit juga perlu dilakukan terhadap kinerja tenaga medis yang sering meninggalkan tempat tugas. Yang paling penting adalah segera turunkan tim medis dan berikan bantuan,” tutupnya.

unnamed Puluhan Korban Tewas Akibat Wabah