Peserta Didik Sespimmen Dikreg 66 Studi Lingkungan di Lamongan

Peserta Sespimmen Dikreg 66 Lakukan Studi Lingkungan di Lamongan

Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Pendidikan Reguler (Sespimmen Dikreg) ke-66 Tahun 2026 melakukan studi lingkungan terkait OHA (Organization Health Audit) dan ES (Environmental Scanning) di Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 16 Februari 2026, dan disambut langsung oleh Bupati Yuhronur Efendi di Ruang Command Center Pemkab Lamongan.

Kedatangan peserta didik Sespimmen Dikreg 66 ini menunjukkan perhatian yang besar terhadap program-program pembangunan yang sedang berjalan di Lamongan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yuhronur Efendi memaparkan sinergi kepemimpinan melalui beberapa program unggulan daerah seperti Asta Cita, Nawa Bhakti Satya, serta 15 prioritas pembangunan Lamongan bersama Forkopimda, TNI, dan Polri.

Sinergi Kepemimpinan untuk Akselerasi Pembangunan

Dalam paparannya, Bupati Yuhronur Efendi menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai instansi terkait menjadi kunci dalam mengakselerasi pembangunan. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara program Asta Cita, Nawa Bhakti Satya, dan 15 prioritas pembangunan Lamongan telah membawa hasil yang positif.

“Program-program ini berjalan dengan baik, terutama bersama Polres dan Kodim, sehingga bisa melahirkan banyak program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya situasi yang kondusif dalam mendukung pembangunan. “Tanpa kolaborasi, pembangunan tidak akan bisa berjalan dengan baik. Kami terus menciptakan situasi masyarakat yang tertib dan harmonis,” tambahnya.

Pendekatan Multihelix yang Dinilai Positif

Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat 1 Sespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol Sabilul Alif, memberikan apresiasi terhadap pendekatan yang dilakukan oleh Pemkab Lamongan. Menurutnya, pendekatan yang digunakan bukan hanya sekadar pentahelix, tetapi sudah merambah ke multihelix.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pimpinan Daerah Lamongan kepada para peserta didik Sespimmen Dikreg 66,” ujar Irjen Pol Sabilul Alif.

Baca Juga  Mekanisme Seleksi BCKS 2025: Kriteria, Verifikasi, dan Kelulusan

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih karena para peserta didik diterima langsung oleh Bupati Yuhronur Efendi. “Ini yang pertama kali kami diterima langsung oleh Pimpinan Daerah. Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” tambahnya.

Peran Penting Kolaborasi dalam Pembangunan

Pembangunan di Lamongan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak seperti TNI, Polri, dan masyarakat. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat program-program yang ada dapat berjalan secara efektif.

Bupati Yuhronur Efendi menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci sukses dalam pembangunan. Ia juga menilai bahwa partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman.

Kesimpulan

Kegiatan studi lingkungan oleh peserta Sespimmen Dikreg 66 di Lamongan menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan. Melalui kolaborasi yang kuat, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.


unnamed Peserta Didik Sespimmen Dikreg 66 Studi Lingkungan di Lamongan