Kisah Zahra, Petani Brebes yang Diterima 6 Kampus Top Dunia
Kisah Inspiratif Anak Petani Brebes yang Diterima di Enam Universitas Bergengsi Amerika Serikat
Maulidia Az Zahra, seorang perempuan asal Brebes, berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan diterima di enam universitas bergengsi di Amerika Serikat. Dari sekian banyak pilihan, ia memutuskan untuk berkuliah di New York University (NYU) jurusan Bisnis. Zahra adalah lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 yang mengambil jurusan MIPA. Kini, kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Zahra Diterima di Enam Universitas Top Dunia
Zahra berhasil meraih kesempatan masuk ke enam universitas ternama dunia. Di antaranya adalah Brown University yang menerima dirinya dalam jurusan Ekonomi, Ilmu Politik, dan Statistik. Selain itu, ia juga diterima di New York University (Stern School of Business) jurusan Bisnis.
Universitas lain yang memberikan kesempatan kepada Zahra adalah University of Pennsylvania dengan jurusan Filsafat, Politik, dan Ekonomi. Ia juga diterima di Princeton University dalam jurusan Publik dan Hubungan Internasional. Babson College serta Columbia University juga memberikan kesempatan untuk belajar di bidang Bisnis, Ekonomi, Statistik, Filosofi, dan Politik.
Hidup dari Keluarga Sederhana yang Berprofesi sebagai Petani

Zahra lahir di Desa Jatimakmur, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Ia berasal dari keluarga petani yang hidup sederhana. Orang tuanya, Saepudin dan Khotimah, bekerja sebagai petani. Meski lingkungannya tidak terlalu mendukung, Zahra tetap bertekad untuk menembus batas dan mencapai impian.
“Alhamdulillah meski saya dari keluarga petani dan lingkungan sederhana, Allah SWT telah menuntun saya untuk bisa kuliah ke Amerika,” ujarnya.
Keinginan Kuat untuk Belajar di Luar Negeri dan Berkontribusi di Indonesia

Sejak awal, Zahra memiliki tekad kuat untuk belajar di luar negeri. Ia ingin mengambil pendidikan di universitas kelas dunia, khususnya di Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk memperdalam ilmu di bidang ekonomi, politik, dan hubungan internasional.
Ia ingin bisa berkontribusi bagi Indonesia melalui pengetahuan yang dimiliki. “Saya ingin memperdalam ilmu di bidang ekonomi, politik, dan hubungan internasional, agar nantinya bisa berkontribusi bagi Indonesia,” jelasnya.
Gencar Belajar Bahasa Inggris

Agar bisa diterima di kampus ternama dunia, Zahra menjalani proses persiapan selama dua tahun. Salah satu fokus utamanya adalah belajar bahasa Inggris secara intensif. Ia mengikuti tes seperti IELTS dan SAT.
Selain itu, Zahra juga terus mengembangkan portofolionya serta menyusun personal statement yang mencerminkan visi dan misinya. “Bukan ujug-ujug atau instan, saya mencari informasi sendiri dan banyak belajar dari platform seperti TikTok, YouTube, dan forum pelajar internasional,” ungkapnya.
Menjadi Awardee Beasiswa Garuda

Kini, Zahra terdaftar sebagai penerima Beasiswa Garuda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Beasiswa ini dinilai sejalan dengan visinya untuk studi di luar negeri dan memberikan kontribusi bagi Indonesia.
“Beasiswa ini bukan hanya soal pembiayaan, tapi soal misi. Saya ingin pulang sebagai profesional yang paham dunia global dan mampu membawa perubahan nyata di sektor ekonomi dan kebijakan publik,” ucap Zahra.
Setelah diterima di enam universitas bergengsi, akhirnya Zahra memilih New York University jurusan Bisnis. Ia telah menjalani studinya di Amerika sejak Agustus 2025.
Kisah Maulidia Az Zahra menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan tekad dan usaha, ia mampu meraih mimpi yang tampaknya sulit dicapai. Semoga kisahnya dapat memotivasi generasi muda untuk terus berjuang dan berkarya.
- Pameran kesehatan perempuan mempromosikan pemberdayaan - March 27, 2026
- Pujikan Potensi Anak Sikka, Prof Yohanes Surya Dorong Pertumbuhan Sanis di NTT - March 27, 2026
- Apartment fire in Chehalis injures one, displaces 22 residents - March 27, 2026




Leave a Reply