Seribu Pohon untuk Hijaukan Pasirlangu Pasca Longsor
Upaya Kolaboratif untuk Pemulihan Lingkungan di Desa Pasirlangu
Pemulihan lingkungan di kawasan longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus dilakukan dengan berbagai inisiatif. Salah satunya adalah penanaman 1.000 bibit pohon oleh Yayasan Equator Bumi Lestari bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas vegetasi dan mempercepat proses penghijauan di area yang terkena dampak longsor.
Penanaman bibit pohon dilakukan pada Rabu (25/2/2026), dan dihadiri langsung oleh perwakilan dari DLH KBB. Ketua Yayasan Equator Bumi Lestari, Julius Robinson, menjelaskan bahwa ada 10 jenis pohon yang ditanam, termasuk 5 pohon hutan dan 5 pohon buah-buahan. Beberapa contohnya adalah akasia, mangga, dan petai. Pohon-pohon ini dipilih karena kemampuannya dalam tumbuh cepat dan dapat dimanfaatkan dalam jangka pendek.
“Jadi ada 1.000 bibit pohon dari kami, ada 10 jenis pohon, 5 pohon hutan 5 pohon buah-buahan, pohon ini yang agak cepat bisa dimanfaatkan, ada akasia, mangga, ada petai juga. Ke depan kita kirim lagi, kita sudah ada alokasikan lagi,” ujarnya.
Julius menambahkan bahwa bantuan 1.000 bibit pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial. Ia menjelaskan bahwa setiap penjualan 100 kg telur dari peternakan mereka, akan diiringi dengan penanaman satu pohon. Hal ini telah dilakukan selama bertahun-tahun sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap lingkungan.
Selain itu, yayasan juga menyalurkan bantuan berupa 500 kg telur kepada warga terdampak longsor. Telur-telur berkualitas tinggi ini diharapkan mampu memberikan dukungan nutrisi bagi korban-korban yang terkena dampak bencana.
“Jadi ada 1.000 bibit pohon dan 500 kg telur yang kami salurkan, porsi terbesar dari Eggmpire Token,” katanya.
Di lokasi yang sama, Ahmad Sodikin, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup KBB, mengungkapkan optimisme pihaknya terhadap pemulihan lingkungan pasca-longsor. Ia menilai kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan proses pemulihan.
Saat ini, DLH bersama instansi terkait masih melakukan kajian secara menyeluruh terhadap area longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026). Kajian ini melibatkan tenaga ahli guna memastikan jenis pohon yang ditanam sesuai dengan kondisi tanah serta faktor sosial di sekitar lokasi.
“Kita melakukan penanaman harapannya bisa merecovery lebih cepat, pemulihan lebih cepat, dan penghijauan. Mudah-mudahan kolaborasi seperti ini, bisa berjalan terus, mudah-mudahan pemulihan lingkungan ini cepat bisa dilakukan, saat ini juga kita sedang melakukan kajian pasca longsor, ada tenaga ahli yang kami libatkan. Pohon yang cocoknya apa, untuk kondisinya tanahnya bagaimana, termasuk sosialnya,” ujar Ahmad.
Jenis Pohon yang Ditanam
- Akasia – pohon yang tahan terhadap kondisi tanah yang tidak ideal
- Mangga – pohon buah yang dapat memberikan hasil ekonomi jangka panjang
- Petai – pohon yang cepat tumbuh dan memiliki nilai ekologis tinggi
- Pohon hutan lainnya – untuk menjaga keanekaragaman hayati dan stabilitas ekosistem
Bantuan Tambahan untuk Warga Terdampak
- 500 kg telur berkualitas tinggi yang disalurkan untuk mendukung nutrisi warga
- Telur diambil dari sumber yang terpercaya dan aman untuk dikonsumsi
- Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban hidup warga yang terkena dampak bencana
- 15 Easy Diabetes-Friendly Pasta Dinners - March 26, 2026
- Manfaat Tes Kesehatan Wajib Sebelum Promil, Ini Daftarnya! - March 26, 2026
- California mengesahkan langkah-langkah keselamatan terhadap kerang emas invasif - March 26, 2026




Leave a Reply