Dinkes Paser Jamin Puskesmas Buka Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan Selama Arus Mudik Lebaran di Kabupaten Paser
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser telah memastikan bahwa seluruh Puskesmas tetap membuka pelayanan kesehatan selama periode arus mudik lebaran. Kebijakan ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan medis yang memadai, terutama dalam menghadapi meningkatnya mobilitas menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pelayanan yang optimal agar masyarakat dapat merasa aman dan nyaman. Menurutnya, Kabupaten Paser memiliki sembilan belas Puskesmas, di mana sekitar sepuluh di antaranya menyediakan layanan rawat inap.
“Kita ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan penanganan kesehatan kapan pun dibutuhkan,” tegas Amri. Ia menekankan bahwa Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Puskesmas akan tetap beroperasi, dengan tenaga kesehatan yang dijadwalkan bergantian agar pelayanan tetap berjalan lancar.
Selain itu, Puskesmas di Kabupaten Paser juga dilengkapi dengan sarana prasarana ambulan untuk mendukung penanganan darurat. Ambulans tersebut tetap disiagakan di Puskesmas, sehingga mobilisasi pasien bisa cepat dilakukan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Tim Kesehatan Disebar di Titik Strategis
Selain membuka layanan di Puskesmas, Dinkes Paser juga telah menugaskan tenaga kesehatan untuk ikut membantu di pos-pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di beberapa wilayah. Tujuan dari kebijakan ini adalah agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tetap mendapat akses layanan kesehatan di titik-titik strategis.
“Setiap momentum lebaran, pasti ada tim gabungan yang ditempatkan di pos-pos yang didirikan. Para pemudik bisa beristirahat untuk sementara waktu dan kembali melanjutkan perjalanan jika tubuh sudah dalam kondisi fit,” jelas Amri.
Pentingnya Menjaga Pola Makan
Amri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan menjelang lebaran, khususnya terkait pola makan. Ia menekankan bahwa perubahan pola makan saat berpuasa dan setelah Lebaran dapat memicu gangguan kesehatan.
“Pola makan harus tetap dijaga, jangan sampai ada perubahan signifikan karena akan berpengaruh juga dari segi kesehatan,” ujarnya. Menurutnya, penyakit seperti hipertensi dan diabetes sangat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup.
Untuk itu, masyarakat diminta agar lebih bijak dalam mengonsumsi makanan, khususnya saat perayaan Lebaran yang identik dengan hidangan berlemak dan manis. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak menunda pemeriksaan kesehatan.
“Bagi masyarakat yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan, jangan menunggu parah baru datang ke fasilitas kesehatan. Lebih baik sedia payung sebelum hujan,” pungkas Amri.
Pelayanan Kesehatan yang Komprehensif
Dengan adanya langkah-langkah tersebut, Dinkes Paser berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan memadai selama arus mudik lebaran. Ini mencakup pelayanan di Puskesmas, dukungan dari ambulan, serta kehadiran tenaga kesehatan di pos-pos pengamanan.




Leave a Reply