Opini: Mengajak Anak Membaca Melalui Dongeng
Peran Mendongeng dalam Pembentukan Karakter Anak
Mendongeng adalah salah satu cara yang efektif untuk meneruskan warisan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui cerita-cerita yang disampaikan, anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan tetapi juga memperoleh nilai-nilai penting yang menjadi dasar dalam kehidupan mereka.
- Membacakan dongeng sebelum tidur memiliki makna yang dalam. Ini bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan sarana pendidikan yang efektif.
- Dongeng membantu membangun literasi anak sejak dini, mencetak generasi yang tangguh dan sehat secara mental serta emosional.
- Dengan mendongeng, anak belajar tentang nilai-nilai moral seperti kejujuran, keberanian, dan empati. Kebiasaan ini perlu dipertahankan agar pikiran anak tetap aktif dan berkembang.
Dongeng juga menjadi alat untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Dengan mendengarkan cerita-cerita yang penuh makna, anak akan lebih mudah memahami dunia di sekitarnya dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Kebiasaan membaca bagi anak sering dibandingkan dengan berlayar. Seperti berlayar, membaca membuka wawasan anak tentang ilmu yang selama ini kurang mereka pahami. Orang tua memiliki peran penting dalam memilih buku yang sesuai untuk anak, yaitu buku dengan kalimat sederhana, pendek, dan dilengkapi gambar-gambar menarik.
Namun, sayangnya, ketersediaan buku-buku yang dapat menjadi pengganti dongeng belum menjadi bahan bacaan utama dalam kehidupan keluarga di Indonesia. Meskipun data dari Perpusnas dan laporan terkait menunjukkan bahwa Indeks Budaya Literasi Nasional meningkat menjadi 60,49 (kategori sedang-tinggi) pada 2023, tantangan “darurat literasi” masih ada.
- Minat baca fungsional masih rendah meskipun akses buku di 20.000 lebih desa telah ditingkatkan oleh Perpusnas.
- Hal ini menunjukkan bahwa tingkat literasi masih perlu digalakkan lebih lanjut.
Literasi menjadi fondasi pembebasan manusia dari kebodohan dan manipulasi informasi yang semakin marak di era digital. Dengan literasi yang kuat, pendidikan akan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Perpustakaan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan literasi. Buku cerita bergambar, dongeng, atau buku-buku lainnya dapat menjadi sumber pembelajaran yang bermanfaat bagi anak-anak.
Buku memberikan kerangka berpikir kepada anak, membantu mereka memahami berbagai hal dan mengalihkan pengetahuan menjadi keterampilan berpikir yang lebih tinggi. Sisi edukasi ini sangat penting dalam proses pertumbuhan anak.
Bacaan dongeng juga dapat mengenalkan anak kepada berbagai jenis cerita, termasuk kehidupan binatang, pahlawan, sejarah, legenda, dan budaya di Nusantara. Selain itu, setiap dongeng tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai moral seperti keberanian, rela berkorban, kebersamaan, kejujuran, adil, bijaksana, dan penghormatan terhadap sesama.
Dongeng sering digunakan sebagai sarana untuk merekatkan hubungan antara orang tua dan anak melalui dunia literasi. Dengan menyisipkan petuah-petuah bijak, orang tua dapat memberikan arahan dan nilai-nilai penting kepada anak-anak.
Sayangnya, kebiasaan mendongeng atau membacakan dongeng kini semakin langka. Era digital telah merasuk ke segala aspek kehidupan sehari-hari, mengubah tradisi mendongeng hingga tersingkir akibat pengaruh gawai.
Jika kebiasaan mendongeng dapat digiatkan kembali, maka akan menjadi kebiasaan positif dalam keluarga di zaman sekarang. Hal ini dapat membentuk adab dan karakter unggul pada anak di masa depan.
- Petugas respons pertama UT Health menekankan pentingnya nomor rumah yang terlihat - March 23, 2026
- Opini: Mengajak Anak Membaca Melalui Dongeng - March 23, 2026
- LPDP beri peringatan, nama alumni tidak patuh akan dipublikasikan - March 23, 2026




Leave a Reply