Kuatkan Kader Posyandu, WVI dan PTFI Gelar Pelatihan di Wilayah Pesisir Mimika
Penguatan Kapasitas Kader Posyandu di Wilayah Pesisir Mimika
PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Pemerintah Kabupaten Mimika sedang memperkuat kapasitas kader Posyandu di wilayah pesisir Mimika. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader dalam memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai alat pemantau tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu.
Workshop pemanfaatan buku KIA digelar oleh lembaga tersebut, yang melibatkan kader Posyandu dari berbagai wilayah di Kabupaten Mimika. Acara ini bertujuan untuk memastikan bahwa kader Posyandu dapat memaksimalkan fungsi buku KIA, bukan hanya sebagai kartu menuju sehat, tetapi juga sebagai media penyuluhan dan alat monitoring.
Workshop di Hotel Swiss-bellin
Kegiatan workshop diselenggarakan di Hotel Swiss-bellin, Jalan Cederawasih, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Hadir dalam acara tersebut antara lain Kabid Kesehatan Masyarakat Kabupaten Mimika Lenni Silas, Perwakilan TP PKK Kabupaten Mimika, Dr Enny Kenangalem, Senior Program Manager Wahana Visi Indonesia Julia Christine, serta Tim Promosi Kesehatan dari Departemen Community Health Development (CHD) PT Freeport Indonesia (PTFI), Rosina E Rakipia.
Julia Christine menjelaskan bahwa pihaknya mendapat dukungan pendanaan dari PTFI untuk mengakselerasi percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi di tiga kabupaten, yaitu Mimika, Nabire, dan Asmat. Workshop kali ini dilakukan untuk kader Posyandu dampingan, dengan peserta berasal dari Kelurahan Koperapoka, Nawaripi, Tipuka, Ayuka, Nayaro serta perwakilan kader Posyandu Hasana binaan TP PKK Kabupaten Mimika.
Fungsi Buku KIA yang Lebih Luas
Menurut Julia, Buku KIA memiliki banyak fungsi selain sebagai kartu menuju sehat. Buku ini juga berfungsi sebagai media penyuluhan, alat monitoring melalui pengukuran dan penimbangan ibu hamil serta bayi, hingga memuat informasi perlindungan anak dari kekerasan. Namun, ia menyatakan bahwa selama ini pemanfaatan Buku KIA lebih banyak pada fungsi sebagai kartu menuju sehat saja.
“Padahal banyak informasi penting lain yang jarang digunakan,” ujarnya. Julia berharap melalui workshop tersebut, kader Posyandu dapat memahami seluruh informasi dalam Buku KIA dan membagikannya saat pelayanan Posyandu maupun kunjungan rumah bagi sasaran yang tidak hadir.
Kerja Sama dengan PTFI
Kerja sama antara WVI dan PTFI mencakup pendampingan di 11 kampung/kelurahan di Mimika. Selain wilayah yang telah disebutkan, terdapat kampung pesisir yakni Fanamo, Omawita, Autakwa, Atuka, Kekwa, dan Kokonao. Program ini telah berjalan sejak 2024 dan direncanakan hingga 2027, dengan fokus monitoring siklus hidup mulai dari ibu hamil hingga lansia.
Untuk kampung lain yang belum mendapat kegiatan, direncanakan akan dilaksanakan pada semester pertama atau kedua tahun ini. Minggu depan, pihak WVI juga akan menggelar pelatihan 25 keterampilan dasar kader Posyandu untuk wilayah pesisir.
Peran PTFI dalam Kegiatan
Rosina E Rakipia, Tim Promosi Kesehatan Departemen CHD PTFI, menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya telah melaksanakan kegiatan serupa dan kini dilanjutkan oleh Wahana Visi Indonesia. “Jadi kami dari PTFI hanya mendampingi saja,” pungkasnya.
- Dinkes Bekasi Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Jelang Lebaran - March 23, 2026
- How to Watch Vanderbilt vs. No. 6 Mississippi State Game 3 - March 23, 2026
- Kuatkan Kader Posyandu, WVI dan PTFI Gelar Pelatihan di Wilayah Pesisir Mimika - March 23, 2026




Leave a Reply