Jakarta tambah 103 sekolah swasta gratis tahun ini



Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah mengambil langkah penting dalam menyediakan akses pendidikan yang lebih merata. Pada tahun ajaran 2025-2026, sebanyak 40 sekolah swasta di Jakarta mulai digratiskan. Rencananya, jumlah tersebut akan diperluas hingga mencapai 103 sekolah pada tahun ajaran 2026-2027.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jakarta, Nahdiana, menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 40 sekolah swasta yang menerima manfaat dari program tersebut. Ia menambahkan bahwa rencana pengembangan program ini akan mencakup tambahan 63 sekolah, sehingga totalnya menjadi 103 sekolah pada tahun ini.

“Kami menambahkan 63 sekolah. Sekarang ini kan 2026 jadi 103 jumlahnya. Kan yang 40 yang awal,” ujarnya di Kantor Disdik Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Program ini sudah berjalan sejak awal tahun ajaran 2025-2026. Pada tahap awal, terdapat 40 sekolah swasta yang digratiskan oleh Pemprov Jakarta.

“Yang 40 itu sudah tahun 2025. Kan tahun pelajaran itu dimulainya Juli, jadi akan berakhir di Juni nanti. Mulai lagi Juli 2026. Jadi 103 ini akan mulai di Juli 2026,” kata Nahdiana.

Salah satu kepala sekolah yang tergabung dalam program tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya. Menurutnya, program ini sangat membantu karena mayoritas siswa yang belajar di sekolahnya berasal dari kalangan menengah ke bawah.

“Saya merasa mendapat seperti durian runtuh, Pak. Karena kondisi anak-anak kami memang dari menengah ke bawah,” kata Kepala Sekolah SD Bhakti Luhur saat berbincang dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam kegiatan buka puasa bersama di Kantor Disdik Jakarta.

Menurut dia, para siswa sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Salah satu buktinya adalah karena saat ini mereka tidak lagi merasa was-was dengan iuran bulanan. Di sisi lain, gaji para guru juga mengalami kenaikan karena sekolahnya digratiskan oleh Pemprov Jakarta.

Baca Juga  Dulu Beli Rp1 M, Ketua Panitia Jamin Tak Pakai Dana Pribadi Amran Sulaiman Mubes IKA Unhas

Meski begitu, ia mengkritisi kebijakan pencairan dana dari Disdik Provinsi Jakarta yang dilakukan setiap enam bulan. Hal itu membuat pihak sekolah sering kali ditagih oleh para guru mengenai pembayaran gaji mereka.

“Alhamdulillah pada dasarnya saya bersyukur dengan mendapat program SSG (sekolah swasta gratis) ini, yang tadi saya awalnya saya katakan seperti durian runtuh, karena saya mendapat banyak azas manfaat. Namun, dalam pelaksanaan pencairannya jangan enam bulan, Bu. Saya bingung. Anak murid, anak buah saya nagih terus,” kata dia di hadapan Nahdiana.

Ia meminta, Disdik setidaknya bisa melakukan pencarian maksimal tiga bulan sekali. Dengan begitu, para guru juga tak terlalu lama menunggu gaji mereka dibayarkan.

“Kalau bisa, ya jangan eh tiap bulan, tapi tiga bulan lah gitu. Jadi ada rasa lapang, lapangnya juga, Pak,” kata dia.

Pramono mendengarkan langsung keluhan dari kepala sekolah swasta itu. Ia pun meminta Disdik untuk menindaklanjutinya.

“Bu Nana (Kadisdik), Pak Joko (Wakadisdik), harap didengerin nih, tiga bulan,” kata dia.

unnamed Jakarta tambah 103 sekolah swasta gratis tahun ini