Wadahi Bakat Atlet Menembak, Yogyakarta Siap Miliki Mini Stadion Tembakan Dalam Ruang
Penguatan Potensi Atlet Olahraga Menembak di Yogyakarta
Pengembangan dan pematangan potensi atlet olahraga menembak di Yogyakarta mulai dilakukan secara serius. Upaya ini mencerminkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak untuk membangun fasilitas yang mumpuni dan mendukung pembinaan atlet muda.
Pembangunan Mini Stadium dengan Fasilitas Internasional
Tidak hanya sekadar wacana, rencana pembangunan mini stadium yang dilengkapi fasilitas shooting indoor bertaraf internasional sudah mulai direncanakan. Fasilitas ini akan menjadi pusat latihan yang memadai bagi para atlet.
Pertemuan lintas organisasi yang digelar di Kawedanan Sasana Pura Kraton Yogyakarta, Rabu (25/2/26) lalu, menjadi momen penting dalam menguatkan komitmen tersebut. Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti:
- Ketua Umum Pengda Perbakin DIY, KPH Purbodiningrat
- Ketua Umum AWMI, Dewanto P. Siregar
- Ketua DPD Pemuda Batak Bersatu, Immanuel Alfridon Opungsunggu
- Perwakilan Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial), Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti
Dewanto P. Siregar, Ketua Umum AWMI, menjelaskan bahwa pembangunan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga sebagai upaya menggabungkan potensi olahraga dengan pariwisata atau sport tourism.
Area mini stadium dirancang secara futuristik, dengan tribun penonton yang nyaman dan sistem monitor skor digital terintegrasi. Hal ini dimaksudkan agar fasilitas ini bisa menjadi wadah kompetisi bergengsi yang aman bagi publik.
Sarana Prasarana yang Mumpuni Jadi Kunci Sukses
Ketua Umum Pengda Perbakin DIY, KPH Purbodiningrat, menekankan bahwa ketersediaan sarana prasarana yang mumpuni, khususnya lapangan indoor, adalah kunci agar latihan atlet muda tidak terhambat faktor cuaca. Ia menyatakan bahwa Yogyakarta harus memiliki standar pembinaan yang berkelanjutan agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
“Kita butuh sarana yang mumpuni untuk meningkatkan kualitas atlet daerah agar siap bersaing,” tegasnya. Ia berharap regenerasi atlet dapat berjalan terukur, sehingga kedepannya Yogyakarta tetap menjadi barometer olahraga menembak tanah air.
Dengan sinergitas antara berbagai pihak, Yogyakarta pun bakal memantapkan posisinya sebagai kawah candradimuka bagi lahirnya atlet-atlet menembak masa depan Indonesia. “Sehingga DIY tidak hanya sekadar menjadi partisipan, tetapi menjadi gudang atlet menembak nasional yang mampu bicara banyak hingga kompetisi internasional,” tambahnya.
Aspek Psikologi Olahraga dalam Pembinaan Atlet
Menariknya, rangkaian pembinaan atlet muda di fasilitas yang dibangun di kawasan Babarsari, Sleman ini, turut melibatkan aspek psikologi olahraga secara mendalam. Perwakilan Dispsial TNI AL, Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, menekankan bahwa seorang juara tidak hanya lahir dari kemahiran menarik pelatuk, tapi juga ketenangan mental.
“Keberhasilan atlet menembak adalah kombinasi antara skill teknis dan ketenangan jiwa. Di situlah peran psikologi olahraga masuk,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa seorang penembak jitu lahir dari kedisiplinan serta dukungan infrastruktur yang memungkinkan mereka berlatih dalam kondisi yang menyerupai simulasi pertandingan.
- Wadahi Bakat Atlet Menembak, Yogyakarta Siap Miliki Mini Stadion Tembakan Dalam Ruang - March 19, 2026
- Pengobatan mussel quagga sedang berlangsung di Twin Falls - March 19, 2026
- BlueCross Healthy Place bersiap untuk peresmian Founder’s Park - March 19, 2026




Leave a Reply