Fathan, Anak PKL Bengkulu yang Kini Kuliah di UI, Buka Suara Soal Isu Tinggal di Masjid

Kehidupan Fathan Rizky Janathan, Mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material UI

Fathan Rizky Janathan, seorang mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material dari Universitas Indonesia (UI), akhirnya angkat bicara mengenai informasi yang menyebutkan bahwa dirinya kini tinggal di masjid. Ia menjelaskan bahwa saat ini ia masih tinggal di kosan yang lokasinya memang dekat dengan masjid. Hal ini membuatnya sering menghabiskan waktu di rumah ibadah, terutama selama bulan Ramadan.

“Enggak, sebenarnya saya ngekos di dekat masjid. Cuman saya sering ke sini buat sholat atau ibadah,” ujarnya saat ditemui di Masjid Al Farouq, Depok, tak jauh dari kampus UI.

Fathan menegaskan bahwa kabar tentang tinggal di masjid adalah kesalahpahaman. Sebelumnya, sang ibu, Novi Hartati, sempat meminta putra sulungnya itu mempertimbangkan tinggal di masjid karena tidak lagi mampu membayar biaya kos. Namun, hal itu hanya sebatas usulan. Beberapa hari lalu, Novi telah mengirimkan uang untuk Fathan agar bisa membayar kosannya.

Biaya Kos yang Mahal

Fathan mengakui bahwa biaya kosan di sekitar kampus UI memang tergolong mahal. Di tempatnya tinggal, biaya sewa mencapai Rp 1,2 juta per bulan untuk satu petak. “Itu termasuk yang paling murah. Rata-rata di sekitar sini itu udah di atas Rp 1,3 juta, itu belum termasuk listrik. Kalau di tempat saya sudah sama listrik,” ujarnya.

Ia juga mengaku pernah ditawari tinggal di asrama yang lebih murah. Namun, jaraknya cukup jauh dari kampus dan harus melewati area hutan UI. “Kata mama, enggak usah. Yang dekat saja biar fokus kuliahnya,” tuturnya.

Tinggal di Rumah Nenek

Fathan memiliki nenek yang tinggal di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun, oleh sang ibu, ia diminta untuk tetap tinggal di kosan karena alasan faktor jarak. “Sebenarnya kemarin itu saya sendiri mau di rumah nenek. Cuma kata mama itu nggak usah karena kejauhan gitu kan. Karena juga kegiatan kampus itu kadang sampai malam ya. Jadi cari yang deket aja gitu kan,” katanya.

Baca Juga  Peningkatan kualitas pendidikan di Malang Raya melalui perbaikan sekolah dan lingkungan belajar

Ia juga menjelaskan bahwa jika tinggal di dekat kampus, hanya butuh waktu 10 menit berjalan kaki dari kosan ke kampus.

Latar Belakang Keluarga

Fathan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ia dan kedua adiknya sudah ditinggalkan oleh ayahnya, sehingga ibunya menjadi orangtua tunggal. Saat ini, ibunda Fathan mencari uang dengan menjadi pedagang burger di Alun-alun Argamakmur, Bengkulu Utara.

“Ibu kerjanya sebagai pedagang kaki lima. Apalagi sekarang itu di kampung, di Bengkulu itu lagi musim hujan. Mungkin pendapatannya lagi turun, lagi merosot juga. Kan ekonomi juga nggak ada yang tahu ya,” kata Fathan.

Dapat Beasiswa

Saat ini, Fathan dan ibunya sudah bisa sedikit bernapas lega karena telah mendapatkan beasiswa penuh hingga delapan semester, yang juga mencakup uang saku. Namun, sang ibu masih tetap mengirimkan tambahan biaya untuk keperluan selama berkuliah, utamanya membayar kosan.

“Mama tetap kirim juga. Mungkin buat nambah-nambah,” katanya.

Rencananya, bila sudah memasuki tahun ketiga atau keempat, Fathan akan coba mencari pekerjaan sampingan demi bisa membantu ekonomi keluarga sembari ia kuliah.

“Kalau sekarang kan karena masih tahun pertama diminta untuk fokus belajar aja dulu. Nanti kalau sudah ada pengalaman baru mulai cari-cari magang buat bantu mama,” kata dia.


unnamed Fathan, Anak PKL Bengkulu yang Kini Kuliah di UI, Buka Suara Soal Isu Tinggal di Masjid