Siswa Non-Muslim Difasilitasi Belajar Kitab Suci di SMPN 2

Program Serang Mengaji Berjalan Lancar Selama Ramadan

Program Serang Mengaji, yang merupakan inisiatif prioritas dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Budi Rustandi dan Agis Aulia, telah dipastikan berjalan dengan baik selama bulan suci Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, saat berkunjung ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Serang, pada Kamis (26/2/2026).

Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengentaskan buta aksara Al-Qur’an, terutama di kalangan generasi muda dan anak-anak. Dalam kunjungannya, Nuri melihat langsung para siswa SMPN 2 Kota Serang sedang menjalani aktivitas mengaji ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari penerapan program Serang Mengaji.

Tidak Hanya untuk Umat Muslim

Yang menarik, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim, tetapi juga melibatkan siswa non-Muslim. Di SMPN 2 Kota Serang, tercatat ada sebanyak 33 siswa non-Muslim yang ikut dalam kegiatan ini. Nuri menyampaikan bahwa ia ingin memastikan bahwa gerakan tadarus di bulan Ramadan ini berjalan secara merata di seluruh satuan pendidikan, baik SD maupun SMP.

“Alhamdulillah, ternyata Ramadan dan tadarus ini bukan hanya milik Islam. Guru agama Kristen dan Katolik juga sedang mempelajari Alkitab,” ujar Nuri.

Pendidikan yang Mengayomi Semua Peserta Didik

Nuri menegaskan bahwa Dindikbud Kota Serang mengedepankan konsep pendidikan yang mengayomi seluruh peserta didik sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Ia menjelaskan bahwa pendidikan dianggap sebagai milik semua, tanpa diskriminasi, dan memberikan konsep dasar yang mengayomi semuanya.

“Mereka dipersilakan belajar tentang agama dan kitabnya masing-masing,” jelasnya.

Contoh Praktik Pendidikan yang Inklusif

SMPN 2 Kota Serang, lanjut Nuri, telah memberikan contoh praktik pendidikan yang menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan moderasi beragama. Ia menyampaikan bahwa sekolah tersebut telah menunjukkan potret baru bahwa semua agama dipersilakan belajar sesuai keyakinannya.

Baca Juga  Bank Kalsel Bangkitkan Generasi Cerdas Finansial

Fasilitas, guru, ruang, dan kitabnya juga disediakan agar setiap siswa dapat belajar sesuai dengan agama mereka. “Inilah potret pendidikan yang menjunjung toleransi, keberagaman, serta moderasi,” ujarnya.

Komitmen Wali Kota dalam Pendidikan Inklusif

Komitmen Pak Wali Kota tentang visi besarnya telah diwujudkan melalui program Serang Mengaji, salah satunya di SMPN 2 Kota Serang. Nuri menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan harmonis.

Kesimpulan

Program Serang Mengaji menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Melalui program ini, siswa dari berbagai latar belakang agama bisa belajar bersama, saling menghormati, dan membangun persaudaraan yang lebih kuat.

unnamed Siswa Non-Muslim Difasilitasi Belajar Kitab Suci di SMPN 2