Generasi Baru Amnesty Unipa Berjuang untuk HAM di Papua

Kegiatan Wawancara Perekrutan Anggota Baru Amnesty Internasional Indonesia Chapter Unipa

Amnesty Internasional Indonesia Chapter Universitas Papua (Unipa) kembali menggelar kegiatan perekrutan anggota baru. Kali ini, proses seleksi dilakukan melalui sesi wawancara yang berlangsung di Asrama Mahasiswa Katolik Villanova Keuskupan Manokwari-Sorong, Amban, Manokwari, pada Selasa (24/2/2026) sore.

Koordinator Amnesty Chapter Unipa, Paskalis Haluk, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan seleksi setelah proses pendaftaran yang berlangsung sejak 15 hingga 21 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa pengecekan administrasi telah dilakukan sebelumnya, dan kini giliran wawancara bagi calon anggota yang telah mendaftar.

Paskalis menyatakan bahwa perekrutan anggota baru dilakukan untuk memperkuat kaderisasi organisasi yang selama ini aktif dalam memperjuangkan isu hak asasi manusia (HAM) di Tanah Papua. Menurutnya, keberadaan kader baru sangat penting karena berbagai persoalan HAM di Papua masih menjadi perhatian utama, terutama terkait hak-hak masyarakat adat dan warga sipil di wilayah konflik.

“Kami melihat Papua masih menjadi salah satu wilayah yang banyak dibicarakan terkait persoalan hak masyarakat adat dan hak masyarakat sipil,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perlu ada anggota baru yang bergabung untuk membawa perubahan ke depan.

Menurut Paskalis, semua kalangan memiliki tanggung jawab untuk bersuara ketika melihat ketidakadilan terjadi di tengah masyarakat. “Dari semua yang perlu saya tegaskan di sini adalah baik orang pantai, orang gunung, orang lembah maupun pendatang harus bersuara jika melihat ketidakadilan yang terjadi di depan mata,” tegasnya.

Peran Amnesty Chapter Unipa dalam Perjuangan HAM di Papua

Amnesty Chapter Unipa berdiri sejak tahun 2020 dan telah melakukan berbagai kegiatan seperti kampanye HAM, diskusi publik, advokasi, hingga aksi nyata terkait persoalan kemanusiaan di Papua. Organisasi ini fokus pada upaya memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, baik di lingkungan kampus maupun secara lebih luas di Tanah Papua.

Baca Juga  ITB Bangkitkan Minat Siswa Garut pada Kimia Pangan

Salah satu calon anggota, Yuten Sam, mengatakan bahwa Amnesty Chapter Unipa merupakan organisasi kemahasiswaan yang fokus memperjuangkan hak asasi manusia. Ia mengaku tertarik bergabung karena ingin ikut berkontribusi dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Chapter Amnesty merupakan organisasi kampus yang bergerak memperjuangkan HAM. Saya ingin bergabung untuk memperjuangkan hak asasi manusia baik di internal kampus maupun secara luas di Tanah Papua,” ujarnya. Yuten berharap melalui tahapan wawancara tersebut dirinya dapat diterima sebagai anggota baru Amnesty Internasional Indonesia Chapter Unipa.

Proses Seleksi yang Komprehensif

Proses seleksi anggota baru Amnesty Chapter Unipa tidak hanya berupa wawancara, tetapi juga melibatkan pengecekan administrasi serta evaluasi kemampuan dan komitmen calon anggota. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anggota yang diterima memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan misi organisasi.

Selain itu, organisasi ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar lebih dalam tentang isu HAM, serta berpartisipasi dalam berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan hak asasi manusia.

Masa Depan yang Lebih Baik dengan Partisipasi Aktif

Paskalis Haluk menegaskan bahwa partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat penting dalam membangun masa depan yang lebih baik di Tanah Papua. Ia berharap, dengan adanya anggota baru yang berasal dari berbagai latar belakang, organisasi ini bisa semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai pelaku advokasi HAM.

“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Dengan bergabung dalam Amnesty Chapter Unipa, kita bisa bersama-sama menciptakan perubahan positif di masyarakat,” katanya.

Dengan demikian, kegiatan wawancara perekrutan anggota baru ini bukan hanya sekadar proses formal, tetapi juga menjadi momen penting dalam membangun komunitas yang solid dan berkomitmen pada prinsip-prinsip kemanusiaan.

Baca Juga  MBG Dibagikan, Spiderman dan Ironman Hadir di SDN 01 Anyelir Depok
unnamed Generasi Baru Amnesty Unipa Berjuang untuk HAM di Papua