SMA Negeri 1 Kendari Juara Dua KTI POSI Creation 2026: Penelitian Dinamika Bakteri Matematika
Sosok Siswi SMAN 1 Kendari Meraih Juara Dua KTI Nasional
Dua siswi dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil meraih juara dua dalam kompetisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat nasional pada ajang Pusat Olimpiade Sains Indonesia atau POSI Creation 2026. Kompetisi yang diselenggarakan secara daring tersebut berlangsung pada 9-11 Februari 2026 dan diikuti oleh pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Prestasi ini diraih oleh Khalila Alifya Machlil dan Srih Wahyuni yang saat ini duduk di kelas XI SMA. Keduanya mengangkat karya dengan judul Bistabilitas Dinamika Bakteri di Bawah Terapi Antibiotik: Pemodelan Mekanistik, Analisis Bifurkasi, dan Implikasi Minimum Inhibitory Concentration (MIC).
Khalila menjelaskan bahwa KTI mereka menggabungkan ilmu biologi dan matematika untuk mengeksplorasi dinamika bakteri saat diberi terapi antibiotik. Fokus utama mereka adalah pada analisis interaksi antara bakteri dan antibiotik melalui pendekatan matematika.
“Tim kami melakukan pengembangan pada aspek pemodelan mekanistik, analisis bifurkasi, serta kajian implikasi Minimum Inhibitory Concentration (MIC),” kata Khalila saat ditemui di SMAN 1 Kendari, Kamis (26/2/2026).
Sementara itu, Srih Wahyuni menilai pendekatan matematika sangat penting untuk memahami proses penekanan populasi bakteri yang selama ini belum banyak dikaji secara mendalam. Melalui analisis bifurkasi, ia dapat memprediksi titik waktu ketika populasi bakteri mulai menurun akibat pemberian antibiotik.
Proses penyusunan karya tulis tersebut memakan waktu sekitar dua bulan, dimulai dari studi literatur hingga visualisasi data dalam bentuk diagram bifurkasi. “Tantangan terbesar kami adalah keterbatasan akses data, sehingga perlu kerja ekstra agar hasil visualisasi tetap akurat,” tutur Srih.
Pembinaan Intensif dan Kolaborasi Lintas Disiplin
Kepala SMAN 1 Kendari, Ruslan, menyampaikan bahwa sekolahnya mengirim tiga tim pada ajang tersebut dengan bidang berbeda, yakni Matematika, Bioteknologi, dan Sosiologi. Seluruh tim berhasil menembus 16 besar nasional, dan satu tim melaju hingga babak final.
“Alhamdulillah, satu tim kami berhasil meraih juara 2 tingkat nasional,” kata Ruslan saat ditemui di ruang kerjanya. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil pembinaan intensif serta kolaborasi lintas guru mata pelajaran.
Pembinaan melibatkan guru Matematika, IPA, Ilmu Sosial hingga Humaniora. Perkembangan sains saat ini memang menuntut pendekatan multidisiplin, ujarnya.
Ruslan berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademik hingga ke jenjang lebih tinggi. Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan prestasi sebagai bekal masa depan.
Tim-Tim Lain yang Berhasil Menembus 16 Besar Nasional
Adapun dua tim lain dari SMAN 1 Kendari yang menembus 16 besar nasional yakni Fiore Dominique Meitri Hexan dan Angeliique Chaterine Daniel dari kelas 11. Mereka melakukan riset tentang pemodelan nonlinier respons cahaya terhadap aktivitas antioksidan Phyllanthus niruri L. berbasis kurva hill dan uji DPPH.
Tim berikutnya adalah La Ode Muhammad Syafrie Palaido bersama Muhammad Teguh dari kelas 10. Mereka mengangkat kajian sosial berjudul Dari Kebutuhan Menuju Gengsi: Peran Media Digital dalam Normalisasi Budaya Konsumtif di Masyarakat Perkotaan.
SMAN 1 Kendari berada di Jalan Mayjen Sutoyo No 102, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari.




Leave a Reply