Banjir Capai Paha Orang Dewasa, Siswa Sekolah di Kabupaten Malinau Harus Ikut BDR

Sekolah di Malinau Dialihkan ke Belajar Dari Rumah Akibat Banjir

Sejumlah sekolah di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, terpaksa mengalihkan aktivitas belajar mengajar menjadi Belajar Dari Rumah (BDR) karena genangan air yang mencapai ketinggian lutut orang dewasa. Hal ini terjadi akibat luapan air dari wilayah hulu yang mulai memasuki halaman dan ruang kelas sekolah.

Genangan air tersebut membuat aktivitas pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan secara normal. Beberapa satuan pendidikan seperti SDN 001, SDN 003, dan PAUD Al-Hidayah masih tergenang banjir. Kepala Sekolah PAUD Al-Hidayah, Endah Sunarti, menyatakan bahwa keselamatan anak didik menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan untuk mengalihkan metode pembelajaran sementara waktu ke rumah masing-masing.

Jalur Jalan Ditutup Sementara

Di sektor transportasi, jalur utama seperti Jalan Seluwing dan Jalan Intimung Jalur Satu masih ditutup sementara bagi kendaraan tertentu guna menghindari risiko arus. Penutupan jalan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang berbahaya.

Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana (RMPB) Malinau, Anwar, menyebutkan bahwa pemantauan terus dilakukan mengingat hujan deras di wilayah hulu masih berpotensi terjadi. Pihak sekolah dan relawan saat ini memantau pergerakan air sungai yang mengalir menuju wilayah hilir untuk menentukan status pembelajaran esok hari.

Warga Berharap Genangan Air Melandai

Warga setempat berharap genangan yang merendam jalan protokol dan halaman sekolah bisa segera melandai seiring dengan masuknya fase pasang mati. Namun, sampai saat ini, kondisi air masih cukup tinggi dan membahayakan aktivitas harian masyarakat.

Langkah Pemantauan dan Pengambilan Keputusan

Relawan masih memantau potensi kiriman air dari hulu untuk menentukan status pembelajaran esok hari. Dengan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil, pihak sekolah dan relawan tetap waspada terhadap kemungkinan adanya banjir susulan.

Baca Juga  Siswa SMP Jatinangor Antusias Jelajahi Sejarah di Museum Prabu Geusan Ulun

Beberapa sekolah dilaporkan meliburkan aktivitas tatap muka karena halaman sekolah masih terendam air kiriman yang cukup tinggi. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keselamatan siswa dan staf sekolah.

Tindakan Pencegahan dan Edukasi

Selain itu, pihak sekolah juga memberikan edukasi kepada para siswa dan orang tua tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari daerah rawan banjir. Mereka juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang.

Dalam situasi seperti ini, kerja sama antara pihak sekolah, relawan, dan masyarakat sangat diperlukan. Dengan saling mendukung, diharapkan kondisi dapat segera pulih dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Status Terkini

Sampai saat ini, genangan air masih terlihat di beberapa titik, termasuk di halaman sekolah dan jalan-jalan utama. Meskipun demikian, pihak terkait terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.


unnamed Banjir Capai Paha Orang Dewasa, Siswa Sekolah di Kabupaten Malinau Harus Ikut BDR