Pendidikan Kaltara Bangkit, SMA Negeri 5 Tarakan Dibuka Resmi

Peresmian SMA Negeri 5 Tarakan sebagai Bagian dari Revitalisasi Pendidikan

SMA Negeri 5 Tarakan baru saja diresmikan sebagai bagian dari program revitalisasi pendidikan yang digelar oleh pemerintah. Peresmian ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Program revitalisasi pendidikan tahun 2025 mencakup 60 satuan pendidikan di Kaltara, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Salah satu sekolah yang terpilih adalah SMA Negeri 5 Tarakan, yang dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat pengembangan karakter, keterampilan abad ke-21, serta inovasi.

Fokus pada Pengembangan Karakter dan Inovasi

Dalam sambutannya, Andrianus Hendro Triatmoko, perwakilan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), menekankan bahwa peresmian SMA Negeri 5 Tarakan bukan sekadar berdirinya bangunan fisik. Ia menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari strategi pemerintah dalam menjamin layanan pendidikan berkualitas.

“Kita tidak hanya meresmikan sebuah sekolah, melainkan bagian dari upaya memberikan jaminan layanan kualitas pendidikan, khususnya melalui program revitalisasi satuan pendidikan yang kita jalankan sepanjang 2025,” ujarnya.

Revitalisasi pendidikan di Kalimantan Utara mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang peningkatan akses dan mutu pendidikan. Pemerintah ingin memastikan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pengembangan karakter, keterampilan abad ke-21, serta inovasi.

“Kita sedang melangkah dari era 4.0 menuju era 5.0. Sekolah harus menjadi pusat pengembangan karakter, keterampilan abad 21, dan inovasi,” jelas Hendro.

Anggaran dan Target Revitalisasi

Sepanjang 2025, sebanyak 60 satuan pendidikan di Kalimantan Utara dari berbagai jenjang menerima program revitalisasi. Khusus jenjang SMA, terdapat delapan sekolah yang memperoleh program tersebut dengan total anggaran sekitar Rp4,3 miliar. Pembangunan unit sekolah baru SMA Negeri 5 Tarakan juga termasuk dalam skema dukungan pemerintah pusat. Secara keseluruhan, total anggaran revitalisasi pendidikan di Kalimantan Utara mencapai sekitar Rp11 miliar.

Baca Juga  YSPN tingkatkan pertanian perkotaan di sekolah, sasar 175 ribu siswa

Program ini dipastikan berlanjut pada 2026. Saat ini, proses penetapan kandidat penerima revitalisasi telah dimulai. Sekitar 300 satuan pendidikan diusulkan untuk mengikuti verifikasi dan validasi, namun hanya sekitar 160 sekolah yang lolos tahap awal.

Pentingnya Akurasi Data Dapodik

Hendro menyoroti salah satu kendala utama dalam program revitalisasi, yakni ketidaksesuaian data Dapodik yang diisi satuan pendidikan dengan kondisi riil di lapangan. Ketidaksinkronan data tersebut berpengaruh pada proses verifikasi dan penetapan anggaran.

“Data Dapodik yang diisi tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Ketika diverifikasi, tidak sinkron,” tegasnya. Ia mengingatkan seluruh sekolah, termasuk SMA Negeri 5 Tarakan, agar mengisi data secara jujur dan akurat. Data tersebut menjadi dasar kebijakan dan penentuan alokasi anggaran pemerintah pusat.

Saat ini, kementerian bersama BPMP dan unit pelaksana teknis daerah tengah melakukan konsolidasi dengan dinas pendidikan se-Kalimantan Utara untuk memperkuat pemahaman teknis perencanaan dan pelaporan program revitalisasi.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

Hendro berharap SMA Negeri 5 Tarakan dapat tumbuh menjadi sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warganya. Sekolah diharapkan menjadi ruang yang mendorong semangat berkarya, pengembangan potensi, serta pembentukan karakter siswa.

“Sekolah yang membuat guru dan siswa semangat berkarya, mengembangkan potensi secara optimal, dengan lingkungan kondusif yang mendukung pertumbuhan karakter, serta memastikan setiap individu merasa dihargai, diterima, dan aman,” pungkasnya.


unnamed Pendidikan Kaltara Bangkit, SMA Negeri 5 Tarakan Dibuka Resmi