SMA Negeri 5 Tarakan Kekurangan Ruang Kelas dan Fasilitas, Butuh Rp 10 Miliar

SMAN 5 Tarakan Masih Kekurangan Sarana dan Prasarana

SMAN 5 Tarakan, yang kini telah memiliki gedung baru, masih menghadapi beberapa kekurangan dalam hal sarana dan prasarana pendidikan. Meskipun gedung tersebut telah diresmikan, sekolah ini masih membutuhkan tiga ruang kelas belajar (RKB) tambahan, laboratorium, serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Hal ini disampaikan oleh Plt Kadisdikbud Kaltara, Hasanuddin, setelah peresmian gedung baru pada Rabu (25/2/2026).

“Karena jujur kami masih kekurangan ruang kelas tiga. Tiga ya, tiga kelas,” ujar Hasanuddin.

Selain RKB, beberapa sarana penunjang lainnya seperti laboratorium dan UKS juga masih kurang. Namun, kekurangan ini telah diusulkan oleh Disdikbud Kaltara untuk diperbaiki pada anggaran tahun 2026.

“Beberapa laboratorium, lalu sarana-sarana penunjang lainnya seperti UKS dan sebagainya, itu sudah saya siapkan insyaallah di tahun 2026,” ujarnya.

Fasilitas Olahraga yang Diharapkan

Menanggapi harapan orang tua siswa SMAN 5 Tarakan agar dilengkapi fasilitas olahraga, Hasanuddin menjelaskan bahwa meskipun fasilitas olahraga tetap menjadi prioritas, sumber anggarannya berbeda. Ia menegaskan bahwa lapangan multifungsi seperti basket dan voli akan diupayakan melalui APBD.

“Kalau sarana prasarana olahraga itu nantikan kita buat insyaallah. Karena sarana prasarana olahraga itu kan tidak bisa dianggarkan dari APBN. Nanti mungkin kami usahakan di APBD,” jelasnya.

Namun, ia menilai pembangunan lapangan sepak bola tidak memungkinkan karena keterbatasan lahan. “Tapi kalau minta olahraga sepak bola, tidak mungkin kali ya, karena tidak punya lahan,” tambahnya.

Pembangunan Gedung Baru SMAN 5 Tarakan

Pembangunan gedung baru SMAN 5 Tarakan dilakukan di atas lahan hibah Pemkot Tarakan seluas 1,46 hektare. Setelah lahan tersedia, Disdikbud Kaltara menganggarkan pematangan lahan. Di waktu yang bersamaan, proposal revitalisasi yang diajukan mendapat respons dari program USB (Unit Sekolah Baru).

Baca Juga  Cek Kuota PTN SNBP 2026, Daftar dengan Akun SNPMB

“Tahun kemarin 2025 clear. Pematangan lahan selesai, pembangunan selesai. Walaupun selesai, belum memenuhi target kami,” ujar Hasanuddin.

Ia menjelaskan bahwa dalam skema USB, pemerintah daerah tidak bisa memilih jenis bangunan secara fleksibel karena sudah ditentukan format dan paket pembangunannya.

“USB itu tidak boleh memilih, sudah ditentukan ABCD-nya,” katanya.

Penambahan Ruang Kelas dan Aksesibilitas

Untuk mengantisipasi lonjakan peserta didik baru melalui SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru), pihaknya tidak hanya mengusulkan tiga tambahan RKB, tapi mengajukan lima RKB.

Selain itu, Hasanuddin juga memastikan akses jalan masuk ke lingkungan sekolah menjadi bagian dari perhatian pemerintah. Dengan luas lahan 1,46 hektare, penataan kawasan termasuk aksesibilitas akan dibenahi secara bertahap agar mendukung kenyamanan siswa dan guru.

“Kita siapkan bertahap. Termasuk akses masuk, supaya lebih representatif dan layak,” tegasnya.

Anggaran Tambahan untuk SMAN 5 Tarakan

Mengenai sisi anggaran, Hasanuddin membeberkan kebutuhan tambahan untuk melengkapi sarana SMAN 5 Tarakan diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

“Saya sudah minta tadi dengan BPMP. Saya hitung kasar kurang lebih saya butuh Rp 10 miliaran lagi,” ujarnya.

Persetujuan dan Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Saat ditanya apakah sudah ada sinyal persetujuan atau lampu hijau, Hasanuddin menjawab optimistis. Ia mengaku akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta untuk memastikan kelanjutan pembangunan.

“Saya koordinasi langsung Jakarta nanti. Saya minta,” tegasnya.

Hasanuddin juga menyinggung pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya revitalisasi sekolah.

“Karena begini pesan Pak Prabowo, bahwa revitalisasi itu merajut kembali sekolah-sekolah supaya bisa lebih baik,” katanya.

Ia bahkan menyebut informasi bahwa anggaran pendidikan pada 2026 akan ditingkatkan.

“Apalagi informasi 2026 kan anggarannya ditambah oleh beliau, sasarannya ditambah,” ujarnya.

Baca Juga  Mahasiswa UHTP Juara Wilayah Sumatera di INSCO 2025

Data SMA 5 Tarakan dalam Sistem Dapodik

Untuk administrasi, Hasanuddin memastikan data SMAN 5 Tarakan di sistem Dapodik tidak bermasalah.

“Untuk urusan Dapodik yang dibilang BPMP tadi, untuk SMA 5 ini tidak ada masalah. Di Dapodik sudah clear, karena memang tidak ada ruangannya,” tukasnya.

unnamed SMA Negeri 5 Tarakan Kekurangan Ruang Kelas dan Fasilitas, Butuh Rp 10 Miliar