Wali Kota Kupang Dorong “Satu Anak Satu Tanaman” Bangun Kesadaran Ekologis
Peresmian Gedung Baru SDI Naimata Kupang
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meresmikan gedung baru Sekolah Dasar Islam (SDI) Naimata pada Kamis (26/2/2026). Gedung ini dilengkapi dengan 17 ruang belajar yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan nyaman. Peresmian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan sekolah sebagai ruang strategis untuk pembentukan karakter, penguatan nilai kemanusiaan, serta pendidikan lingkungan yang berkelanjutan.
Program ‘Satu Anak Satu Tanaman’
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang juga meluncurkan program “satu anak satu tanaman”. Tujuan dari program ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus kebiasaan produktif di kalangan peserta didik. Pemanfaatan lahan kosong untuk penanaman tanaman pangan juga menjadi bagian dari pendidikan keberlanjutan. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar tentang lingkungan, tetapi juga aktif terlibat dalam menjaga kelestariannya.
Fungsi Sekolah yang Lebih Luas
Wali Kota menegaskan bahwa fungsi sekolah tidak hanya terbatas pada transfer pengetahuan akademik. Menurutnya, sekolah merupakan ruang pembentukan kepribadian peserta didik yang menanamkan tanggung jawab, integritas, etika, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak semata-mata diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas pendidikan, kesehatan, serta kerukunan sosial masyarakat.
Pentingnya Pengelolaan Lingkungan
Pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas pendidikan yang dibangun melalui dukungan anggaran sebesar Rp3,9 miliar pada 2025, terdiri atas Rp3,3 miliar dari APBN dan Rp850 juta dari APBD Kota Kupang. Warga sekolah diimbau untuk merawat sarana prasarana serta menerapkan pengelolaan sampah berbasis pemilahan, yakni tempat sampah hijau untuk organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk limbah berbahaya.
Sekolah Sebagai Pusat Pembelajaran Ketahanan Lingkungan
Selain penguatan karakter, sekolah juga didorong menjadi pusat pembelajaran ketahanan lingkungan. Wali Kota dr. Christian menyampaikan apresiasi kepada guru dan orang tua atas peran mereka dalam mendampingi pendidikan anak, serta mengajak seluruh warga sekolah menjaga lingkungan belajar yang sehat, tertib, dan berkarakter.
Fasilitas yang Inklusif dan Nyaman
Ketua Komite Sekolah Sipri Damai Nar menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan dilakukan dengan pendekatan inklusif. Setiap ruang belajar dilengkapi fasilitas penunjang akademik dan administrasi, termasuk lemari penyimpanan, papan tulis, serta sistem ventilasi dan jendela yang menunjang keamanan dan kenyamanan proses belajar. Sekolah juga dilengkapi aksesibilitas bagi seluruh peserta didik, termasuk ramp dan fasilitas mobilitas lainnya.
Upaya Menciptakan Lingkungan Pendidikan yang Sehat
Penyediaan sumur air bersih serta pemasangan paving block di seluruh halaman sekolah menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan tertata. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap penguatan pendidikan nasional, termasuk kepada Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Kolaborasi dalam Mewujudkan Lingkungan Belajar Berkualitas
Sekolah menegaskan bahwa pengembangan sarana pendidikan merupakan hasil kerja bersama pemerintah, tenaga pendidik, pengawas sekolah, panitia pelaksana, serta masyarakat dalam mewujudkan lingkungan belajar yang berkualitas dan berkelanjutan.
- Wali Kota Kupang Dorong “Satu Anak Satu Tanaman” Bangun Kesadaran Ekologis - March 5, 2026
- Satu-satunya cara untuk memindahkan Pesawat Ruang Angkasa Discovery adalah dengan memotongnya menjadi bagian-bagian, kata Kantor Putih - March 5, 2026
- Siapkan Rp90 Juta Tahunan, Pemkot Sorong Ambil Kebijakan Sewa Perahu untuk Guru - March 5, 2026




Leave a Reply