Undana Wisuda 1.038 Lulusan, Rektor Ajak Alumni Jadi “Kuda” Tangguh dan Berintegritas

Wisuda Undana: 1.038 Lulusan Dilepas, Satu Wisudawan Terbaik Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali melepas sebanyak 1.038 lulusan dalam acara wisuda periode Februari yang digelar di Auditorium Grha Cendana, pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 08.00 Wita. Dari total jumlah tersebut, terdiri atas 366 laki-laki dan 672 perempuan. Rinciannya meliputi:

  • 4 orang doktor
  • 24 magister
  • 972 sarjana
  • 4 diploma
  • 11 profesi dokter
  • 23 dokter hewan

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, dalam pidatonya menyampaikan rasa bangga atas capaian para wisudawan. Namun, ia juga mengajak seluruh hadirin untuk sejenak menundukkan kepala atas berpulangnya salah satu mahasiswa terbaik Undana, Adventio Yisral Riwu dari Program Studi Pendidikan Fisika FKIP, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di lingkungan kampus.

“Kejadian ini adalah peringatan keras bagi kita semua. Saya menghimbau dengan sangat untuk kita semua, termasuk seluruh sivitas akademika, untuk mengutamakan safety riding dan kedisiplinan berkendara di manapun kita berada. Kecepatan mungkin membawa kita tiba lebih awal, namun keselamatanlah yang memastikan kita mencapai tujuan,” tegas Rektor.

Dalam kesempatan tersebut, Undana juga memberikan apresiasi khusus kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johny Asadoma, yang turut diwisuda. Rektor menyebut perjalanan kariernya sebagai manifestasi nyata ketekunan, dari atlet tinju berprestasi internasional hingga menjadi pemimpin daerah.

“Kehadiran beliau di barisan wisudawan hari ini memberikan pesan akademis yang sangat kuat bahwa belajar tidak memiliki titik henti. Seorang satria sejati adalah ia yang berani melakukan lompatan untuk terus meningkatkan kapasitas diri demi pengabdian yang lebih luas,” ujarnya.

Rektor juga mengungkapkan bahwa hingga wisuda periode ini, total alumni Undana telah mencapai 124.436 orang. Ia menambahkan, bagi lulusan terbaik yang ingin melanjutkan studi pascasarjana di Undana akan dibebaskan dari uang masuk, serta berpeluang memperoleh beasiswa, termasuk LPDP.

Baca Juga  Dio, Anak Pertama Andre Taulany, Akan Kuliah ke London, Beri Pesan Mengharukan untuk Ayah dan Adik

Filosofi Bidak Kuda dalam Permainan Catur

Dalam pidato reflektifnya, Rektor mengangkat filosofi bidak kuda (knight) dalam permainan catur. Menurutnya, kuda memiliki langkah unik berbentuk huruf L yang melambangkan perpaduan antara prinsip lurus dan fleksibilitas lateral.

“Kuda mampu melampaui hambatan dan tidak bergerak secara linear. Ini mengajarkan kita tentang inovasi dan cara berpikir out of the box. Tempatkan diri saudara di pusat perubahan, bukan di sudut kenyamanan,” pesannya kepada para alumni.

Ia menekankan pentingnya positioning atau penempatan diri yang tepat agar potensi dapat berkembang maksimal. Integritas harus tetap lurus, namun diiringi kreativitas dan kepekaan dalam menghadapi perubahan.

Enam Langkah Akselerasi Perubahan di Undana

Dalam 60 hari kepemimpinannya, Rektor mengaku telah menetapkan enam langkah akselerasi perubahan di Undana. Berikut beberapa di antaranya:

  • Mengunci pintu gratifikasi dan pungli untuk menjaga martabat akademik
  • Menghidupkan kembali budaya literasi dengan mewajibkan mahasiswa belajar mandiri di perpustakaan minimal delapan jam per minggu
  • Menstandarisasi riset berkelas global dengan penggunaan referensi internasional bereputasi
  • Mewajibkan penggunaan bahasa Inggris dalam aktivitas akademik tertentu
  • Merawat kepribadian inklusif dan toleran melalui kebijakan pembatasan aktivitas akademik pada hari Jumat
  • Memastikan seluruh aktivitas akademik dilakukan di kampus sebagai rumah bersama

Darurat Kesehatan Mental di Dunia Pendidikan

Rektor juga menyoroti darurat kesehatan mental yang tengah melanda dunia pendidikan. Ia mengingatkan para wisudawan bahwa dunia pascakampus penuh tekanan, mulai dari mencari pekerjaan hingga tuntutan sosial dan ekonomi keluarga.

“Meminta bantuan profesional ketika mental sedang tidak baik-baik saja bukanlah kelemahan. Itu adalah strategi seorang satria untuk bertahan dan melompat lebih jauh. Jangan biarkan langkah saudara terhenti hanya karena malu mengakui sedang membutuhkan dukungan,” tegasnya.

Baca Juga  Gemarikan ke Sekolah, Pemkot Kediri Dorong Edukasi Makan Ikan Sejak Dini

Menutup pidatonya, Rektor mengajak para lulusan melakukan “lompatan terakhir” dari gerbang almamater, meraih mimpi setinggi mungkin, namun tetap kembali mengabdi dengan rendah hati di bumi Flobamora.

“Jadilah solusi bagi daerah ini. Jadilah kebanggaan orang tua dan keluarga. Jadilah generasi emas untuk mewujudkan Asta Cita dalam semangat Ayo Bangun Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

unnamed Undana Wisuda 1.038 Lulusan, Rektor Ajak Alumni Jadi "Kuda" Tangguh dan Berintegritas