Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 17: Analisis Majas dan Gaya Bahasa Puisi
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 17
Pada halaman 173 buku Bahasa Indonesia kelas 10 Kurikulum Merdeka, siswa diberikan tugas untuk menelaah teks puisi karya D. Zawawi Imron. Artikel ini menyajikan kunci jawaban yang dapat membantu siswa dalam mengerjakan tugas tersebut. Dengan berkelompok, peserta didik dapat melatih kemampuan mereka dalam menganalisis puisi dengan mengisi tabel berdasarkan unsur-unsur yang terdapat dalam karya tersebut.
Jenis Majas (Gaya Bahasa)
Berikut beberapa contoh majas yang terdapat dalam puisi tersebut:
- Metafora
- Larik: “Ibu adalah gua pertapaanku”
- Larik: “Kasihmu ibarat samudra”
- Larik: “Bidadari berselendang bianglala”
Jenis Pengimajian (Citraan)
Pengimajian atau citraan dalam puisi ini terbagi menjadi beberapa jenis:
- Penglihatan
Larik: “Daunan pun gugur bersama reranting, sumur-sumur kering, saat bunga kembang menunjuk ke langit, kemudian ke bumi”
Penciuman
Larik: “Semerbak bau sayang”
Perasaan
- Larik: “Di hati ada mayang siwalan”
Kata Konkret
Kata-kata konkret dalam puisi ini memiliki makna yang jelas dan dapat diidentifikasi dari larik-lariknya:
- Bunga
- Larik: “saat bunga kembang menyemerbak”
Makna: Tanaman yang berbunga
Kering
- Larik: “Sumur-sumur kering, Daunan pun gugur bersama reranting”
Makna: Musim kemarau
Langit dan Bumi
- Larik: “Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi”
- Makna: Hidup tidak boleh sombong, tetapi harus merendah
Kata Konotatif
Beberapa kata konotatif dalam puisi ini memiliki makna yang lebih dalam dan simbolis:
- Air mata ibumu
Larik: “hanya mata air air matamu ibu”
Sari-sari kerinduan
Larik: “memutikkan sari-sari kerinduan”
Hutang
Larik: “lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar”
Samudra
- Larik: “bila kasihmu ibarat samudra sempit lautan teduh”




Leave a Reply