BGN: Sekolah Bisa Mundur dari Program MBG, Nanik S Deyang: Kami Tidak Memaksa
Penjelasan Wakil Kepala BGN Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak memaksa sekolah untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini dilakukan sebagai respons terhadap adanya penghentian operasional MBG di beberapa sekolah.
Alasan utama penghentian operasional MBG di beberapa sekolah antara lain karena menu yang tidak sesuai dengan selera anak-anak. Hal ini menyebabkan MBG tidak habis atau bahkan tidak diambil oleh siswa. Contohnya adalah di SMP Telkom Purwokerto, di mana program tersebut tidak berjalan secara optimal.
Sebelum pelaksanaan MBG, SPPG (Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) menawarkan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat untuk mengajukan permohonan jika mereka ingin menerima MBG. Jika dalam proses pelaksanaan ada permintaan untuk menghentikan program, hal itu tidak menjadi masalah.
“Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima, kami BGN tidak memaksa,” ujar Nanik saat dihubungi Bisakimia, Kamis (26/2).
BGN menyadari bahwa perbaikan gizi siswa membutuhkan konsistensi. Oleh karena itu, pihaknya terbuka terhadap saran dan kritik agar pelaksanaan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini bisa berjalan lebih baik.
Dalam keterangan sebelumnya, Nanik menegaskan bahwa Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh memaksa sekolah agar para siswanya menjadi penerima manfaat MBG. Pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia kekurangan gizi.
Namun, penerimaan MBG bersifat sukarela. Tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
“Ka SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” kata Ketua Harian Tim Koordinasi Pelaksana Program MBG yang melibatkan 17 Kementerian dan Lembaga itu.
Kebijakan dan Keberlanjutan Program MBG
Program MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan orang tua. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, BGN berharap program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Beberapa langkah yang telah diambil oleh BGN antara lain:
* Meningkatkan komunikasi dengan sekolah-sekolah penerima manfaat
* Menyediakan bimbingan teknis bagi SPPG dalam merancang menu yang sesuai dengan selera anak-anak
* Mengedepankan prinsip sukarela dalam penerimaan MBG
Selain itu, BGN juga berupaya memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga dan kementerian untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan MBG dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi masalah gizi di kalangan anak-anak Indonesia.




Leave a Reply