Misi Artemis 2 Ditunda, NASA Kembali Uji Coba Roket



Roket yang akan digunakan dalam misi Artemis 2, yang merupakan bagian dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), resmi ditarik kembali dari landasan peluncuran ke hanggar untuk menjalani perbaikan. Penarikan terjadi pada 25 Februari 2026 pukul 9.38 EST. Keputusan ini menyebabkan penundaan jadwal peluncuran yang sebelumnya direncanakan.

NASA memutuskan untuk mengembalikan roket raksasa tersebut dari Launch Complex-39B di Kennedy Space Center ke Vehicle Assembly Building setelah lebih dari sebulan berada di landasan. Dalam pernyataan resmi, langkah ini dilakukan setelah ditemukan masalah pada sistem helium roket. Sistem ini bertugas untuk menekan tangki bahan bakar dan mendinginkan sistem tahap atas.

Misi Artemis 2 memiliki tujuan penting bagi NASA, yaitu mengirim astronot kembali ke sekitar Bulan untuk pertama kalinya sejak lebih dari lima dekade lalu. Misi berawak ini menjadi langkah penting sebelum pendaratan manusia di Bulan dalam misi Artemis 3, serta menjadi dasar bagi rencana perjalanan lebih jauh ke Mars.

Namun, BBC melaporkan bahwa NASA telah menyatakan bahwa jadwal peluncuran Artemis 2 pada 6 Maret tidak lagi dipertimbangkan setelah ditemukan masalah pada menit-menit terakhir pemeriksaan rutin. Insinyur menemukan gangguan pada aliran helium—masalah teknis serius yang memerlukan perawatan tambahan sebelum misi dapat dilanjutkan.

Administrator NASA, Jared Isaacman, sebelumnya menyampaikan melalui media sosial bahwa masalah baru pada roket misi tersebut “hampir pasti” akan menggagalkan rencana peluncuran awal Maret. Pernyataan ini muncul hanya sehari setelah NASA menyatakan bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk meluncurkan Artemis 2 paling cepat pada 6 Maret.

Artemis 2 sebelumnya juga mengalami beberapa kali penundaan. Salah satunya disebabkan oleh kegagalan uji “wet dress rehearsal” awal yang sempat diwarnai kebocoran hidrogen dan kendala teknis lain. Meskipun uji coba kedua berhasil, masalah terbaru pada sistem helium memaksa NASA kembali menjadwalkan ulang peluncuran. Saat ini, peluncuran diperkirakan tidak akan dilakukan sebelum April 2026.

Baca Juga  Another arctic blast returns

Beberapa Faktor yang Menyebabkan Penundaan

  • Masalah pada sistem helium

    Sistem helium berperan penting dalam menjaga tekanan pada tangki bahan bakar dan mendinginkan komponen-komponen kritis roket. Kegagalan dalam sistem ini bisa berdampak besar pada keselamatan dan keberhasilan misi.

  • Uji coba sebelumnya yang tidak sempurna

    Uji coba “wet dress rehearsal” awal mengalami kebocoran hidrogen dan masalah teknis lain. Meskipun uji coba kedua berhasil, hal ini menunjukkan adanya risiko yang perlu diperhatikan.

  • Kendala teknis yang kompleks

    Masalah yang muncul pada akhir-akhir ini menunjukkan bahwa proses pengujian dan pemeriksaan sangat ketat. Setiap masalah kecil harus ditangani dengan segera agar tidak membahayakan misi.

Tantangan Teknis dalam Misi Artemis 2

  • Kompleksitas sistem roket

    Roket SLS (Space Launch System) adalah salah satu sistem paling canggih yang pernah dibuat. Setiap komponen harus bekerja secara sempurna untuk memastikan keberhasilan peluncuran.

  • Kesiapan teknis dan logistik

    Selain masalah teknis, kesiapan logistik seperti persediaan bahan bakar, peralatan pendukung, dan tim operasional juga menjadi faktor penting dalam menentukan jadwal peluncuran.

  • Tantangan dalam koordinasi antar lembaga

    Misi Artemis melibatkan kerja sama antara berbagai lembaga dan pihak terkait. Koordinasi yang baik diperlukan untuk memastikan semua elemen siap pada waktu yang ditentukan.

Harapan dan Tujuan Misi Artemis 2

  • Pengembangan teknologi ruang angkasa

    Misi ini akan memberikan data dan pengalaman berharga yang dapat digunakan dalam misi-misi selanjutnya, termasuk pendaratan di Bulan dan eksplorasi ke Mars.

  • Kembali ke Bulan sebagai langkah awal menuju Mars

    Misi Artemis 2 adalah langkah penting menuju eksplorasi lebih jauh ke luar Bumi. Pengalaman yang diperoleh dari misi ini akan menjadi dasar bagi perjalanan manusia ke planet lain.

  • Meningkatkan pemahaman tentang lingkungan luar angkasa

    Data yang dikumpulkan selama misi akan membantu ilmuwan memahami lebih dalam tentang kondisi luar angkasa dan dampaknya terhadap manusia.

Baca Juga  High winds and flood risk prompt weather warning across Ireland
unnamed Misi Artemis 2 Ditunda, NASA Kembali Uji Coba Roket