Lima Puskesmas di Ende Belum Miliki Dokter Umum

Masalah Kekurangan Dokter di Lima Puskesmas Kabupaten Ende

Sebanyak lima puskesmas di Kabupaten Ende hingga saat ini masih belum memiliki dokter umum. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah karena peran dokter di puskesmas sangat vital sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

dr. Maria Avelina Pani, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, menjelaskan bahwa hingga kini masih terdapat sekitar lima puskesmas yang belum memiliki dokter umum. Selain itu, jumlah dokter gigi di puskesmas juga terbatas, hanya empat orang.

Adapun beberapa puskesmas yang mengalami kekosongan dokter umum antara lain Puskesmas Loboniki, Ngalupolo, Ndona, Watunggere, Riaraja, serta Embuzozo. Secara keseluruhan, jumlah dokter umum di puskesmas dan RS Tanali tercatat sebanyak 25 orang, sedangkan dokter gigi berjumlah empat orang. Data tersebut belum termasuk dokter yang bertugas di rumah sakit lainnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende melakukan pemetaan (mapping) ketersediaan dokter umum di setiap puskesmas. Puskesmas yang memiliki dua dokter akan diperbantukan ke puskesmas yang belum memiliki dokter. Misalnya, Puskesmas Onekore yang memiliki dua dokter, satu di antaranya diperbantukan ke Puskesmas Ndona. Begitu pula Puskesmas Ndetundora yang memiliki dua dokter, satu dokter diperbantukan ke Puskesmas Riaraja.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran serta mengupayakan pemenuhan tenaga dokter melalui jalur Nusantara Sehat (NS).

Peran Dokter di Puskesmas

Dokter di puskesmas tidak hanya berperan dalam pengobatan (kuratif), tetapi juga pencegahan (preventif) serta edukasi kesehatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, kekosongan dokter dapat berdampak signifikan terhadap kualitas layanan kesehatan yang diberikan.

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, dalam sambutannya saat meresmikan Puskesmas Ndona beberapa waktu lalu menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Ia mengaku telah menerima berbagai laporan masyarakat terkait pelayanan puskesmas yang dinilai kurang baik.

Baca Juga  15 Pantun Lucu tentang Skripsi Mahasiswa

“Saya sudah dapat laporan dari masyarakat soal pelayanan di puskesmas yang kurang baik. Saya harap hal ini jangan sampai berlarut dan berulang. Sudah saatnya kita benahi kualitas pelayanan kita menjadi lebih baik, jangan hanya nilainya cukup, tapi harus baik bahkan sangat baik,” tegasnya.

Terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM), khususnya dokter, Bupati menegaskan bahwa ke depan setiap puskesmas di Kabupaten Ende akan diupayakan memiliki dokter umum dan dokter gigi. Ia juga menyampaikan bahwa jabatan kepala puskesmas sebaiknya tidak diemban oleh dokter, karena tugas dokter adalah fokus pada pelayanan pasien, bukan administrasi.

Pengembangan Puskesmas Ndona

Sebelumnya, wilayah Kecamatan Ndona hanya dilayani oleh Puskesmas Ngalupolo yang berlokasi di Desa Ngalupolo. Namun, jaraknya cukup jauh dari sejumlah desa dan kelurahan seperti Kelurahan Lokoboko, Desa Nanganesa, Desa Pu’utuga, Kelurahan Onelako, Desa Manulondo, dan Desa Kelikiku, sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Kehadiran Puskesmas Ndona yang berlokasi di Desa Nanganesa, tidak jauh dari Kantor Camat Ndona, diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan memadai.

Saat ini, Puskesmas Ndona menyediakan berbagai layanan, di antaranya rawat inap, rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Poli Gigi, ruang rawat terpisah antara laki-laki dan perempuan, serta ruang bersalin. Sebelumnya, pelayanan untuk ibu hamil dan persalinan dilakukan di Pustu Manulondo.


unnamed Lima Puskesmas di Ende Belum Miliki Dokter Umum