Kemensos Gelar Pelatihan ASN Guru Sekolah Rakyat

AA1X63p9 Kemensos Gelar Pelatihan ASN Guru Sekolah Rakyat

Kementerian Sosial mengadakan kegiatan Percepatan Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan Penguatan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi Guru Sekolah Rakyat di ICE BSD, Tangerang, pada Kamis (26/2/2026).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kinerja guru-guru Sekolah Rakyat. Ia menjelaskan bahwa pelaporan harian terkait perkembangan siswa Sekolah Rakyat harus dilakukan dengan baik dan dampaknya dapat diukur secara jelas di masa depan.

Gus Ipul menyampaikan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk membangun budaya kerja yang baik serta membentuk integritas para guru dalam menjalani tugasnya secara profesional, baik ketika sedang diawasi maupun tidak.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul didampingi oleh Sekretaris Jenderal Robben Rico memberikan arahan kepada perwakilan 306 guru dari 166 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Pembukaan acara diisi dengan penayangan video inspiratif yang menampilkan siswa-siswa Sekolah Rakyat.

Para guru tampak kagum dan takjub melihat anak-anak yang dulunya tidak memiliki akses pendidikan, kini bisa meraih mimpi mereka melalui Sekolah Rakyat. Mereka diingatkan bahwa guru adalah tangan-tangan perpanjangan dari Presiden untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin mencapai impian mereka.

Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan latar belakang penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai pedoman bersama. Menurutnya, ini merupakan bagian dari upaya presiden dalam melaksanakan Pasal 34 UUD 1945.

“Mereka ada tapi tidak kelihatan, the invisible people itu ada di sekitar kita. Bapak Presiden mengajak bangsa ini menyisir mereka sebagai implementasi Pasal 34. Mari kita renungkan bersama,” ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan biasa. “Ini adalah kesempatan dan tantangan. Itu titipan Tuhan kepada negara, negara titip ke kita,” tambahnya.

Baca Juga  Anak-anak SD-SMP Cilacap Kini Pelajari Bahasa Robot

Gus Ipul menekankan bahwa pengelolaan Sekolah Rakyat tidak boleh biasa saja. “Kita tidak sedang mengelola sekolah biasa, ini (Sekolah Rakyat) membangun jalan baru bagi anak-anak untuk keluar dari lingkaran ketidakberdayaan. Oleh karena itu tata kelola SR tidak boleh biasa saja.”

Ia kemudian menghubungkan konteks besar tersebut dengan pentingnya penyusunan SKP. Ia menegaskan bahwa SKP bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi untuk memastikan guru Sekolah Rakyat tetap profesional.

SKP, menurut Gus Ipul, bukan hanya dokumen administratif atau kewajiban, melainkan instrumen manajemen kinerja yang terkait langsung dengan misi besar Sekolah Rakyat, yaitu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan berkarakter.

“Tujuan besar Sekolah Rakyat itu jelas, memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan berkarakter. SKP yang disusun harus mampu menjawab, apa dampak, perubahan, kontribusi kerja harian terhadap tujuan besar tersebut,” tegasnya.

Gus Ipul mengajak para guru untuk memahami tiga aspek utama dalam penyusunan SKP:

  • Pertama, memahami konteks besar Sekolah Rakyat. SKP tidak boleh berdiri sendiri, tetapi harus selaras dengan visi pendidikan.
  • Kedua, SKP harus berbasis logika, mengikuti alur berpikir yang jelas, mulai dari proses yang dilakukan setiap hari, output hasil kerja, outcome di siswa, hingga impact untuk jangka panjang.
  • Ketiga, SKP harus terukur. Target tahunan, bulanan, dan harian harus jelas dan konkret.

Ia juga menjelaskan tiga fungsi SKP, yaitu sebagai kompas kinerja, alat kerja, serta sebagai pendorong disiplin dan akuntabilitas.

“Yang penting pahami tiga konteks ini dan bawa pulang pemahamannya,” pesannya.

AA1X65Gx Kemensos Gelar Pelatihan ASN Guru Sekolah Rakyat

unnamed Kemensos Gelar Pelatihan ASN Guru Sekolah Rakyat