Cara DNA Mempengaruhi Respons terhadap Karya Seni

Penelitian Baru Mengungkap Hubungan DNA dengan Rasa Merinding Saat Menikmati Seni dan Musik

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sensasi merinding yang dirasakan seseorang saat menikmati musik atau karya seni tidak hanya sekadar masalah selera pribadi, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor biologis. Studi ini menunjukkan bahwa perbedaan reaksi antarindividu dalam menikmati karya seni dapat dijelaskan melalui perbedaan DNA mereka.

Penelitian ini dipimpin oleh Giacomo Bignardi dari Max Planck Institute for Psycholinguistics. Tim peneliti menganalisis data genetik dan survei dari ribuan responden melalui proyek LifeLines di Belanda utara. Temuan dari studi ini menegaskan bahwa sensasi merinding bukanlah sesuatu yang sepenuhnya subjektif, tetapi memiliki dasar biologis yang bisa dipahami melalui analisis genetik.

Bignardi menjelaskan bahwa meskipun genetik berperan dalam konteks ini, hal tersebut bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan. Ia menekankan bahwa ada pengaruh lain yang berasal dari proses latihan, kenangan, dan konteks sosial individu. “Temuan ini menunjukkan bahwa genetika dapat menawarkan cara tambahan untuk lebih memahami mengapa orang terkadang dapat secara subjektif mengalami dunia sensorik yang sama dengan cara yang sangat berbeda,” ujar Bignardi dalam studinya.

Studi yang juga dipublikasikan di jurnal PLOS Genetics ini menjelaskan bahwa orang-orang yang memiliki kesamaan genetik cenderung memiliki kecenderungan yang sama dalam merasakan sensasi estetika. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa emosi memainkan peran penting dalam sistem saraf saat merespons karya seni.

Dalam eksperimen mereka, para peneliti menggunakan karya musik yang diyakini mampu meningkatkan dopamin dan zat kimia lainnya di otak. Ketika proses ini terjadi, sinyal dari pendengaran yang terbawa ke otak meningkat tajam dan mencapai momen puncaknya. Hal ini lalu memicu terjadinya reaksi merinding pada sebagian orang.

Baca Juga  Molly-Mae Hague gives a health update on daughter Bambi after the toddler was rushed to hospital

Meski demikian, para peneliti memberi batasan terhadap kesimpulan studi mereka. Mereka menyatakan bahwa penelitian ini masih terbatas pada sampel yang belum menyeluruh secara global. Selain itu, masih ada kemungkinan adanya penyebab lain selain DNA dan peningkatan dopamin yang memengaruhi sensasi merinding tersebut.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sensasi Merinding

Beberapa faktor yang ditemukan dalam studi ini adalah:

  • Genetik: Orang dengan kesamaan genetik cenderung merasakan sensasi estetika secara serupa.
  • Emosi: Emosi memengaruhi respons sistem saraf ketika seseorang merespons karya seni.
  • Konteks Sosial: Pengalaman sosial dan lingkungan juga turut memengaruhi bagaimana seseorang merasakan seni dan musik.
  • Kenangan Pribadi: Kenangan masa lalu dapat memperkuat atau mengubah respons seseorang terhadap karya seni tertentu.
  • Proses Latihan: Pengalaman dan latihan berulang dapat membentuk cara individu dalam merasakan estetika.

Keterbatasan Studi dan Tantangan di Masa Depan

Meskipun hasil penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang hubungan antara DNA dan respons emosional terhadap seni dan musik, para peneliti tetap mengingatkan bahwa studi ini memiliki keterbatasan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini belum mencakup populasi global secara menyeluruh, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya representatif.

Selain itu, penelitian ini juga tidak mengeksplorasi kemungkinan faktor lain yang mungkin memengaruhi sensasi merinding. Misalnya, faktor lingkungan, budaya, atau kondisi psikologis individu bisa menjadi variabel tambahan yang perlu diteliti lebih lanjut.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa sensasi merinding yang dirasakan seseorang saat menikmati seni dan musik bukan hanya sekadar perbedaan selera, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor biologis seperti DNA. Namun, penelitian ini juga menegaskan bahwa faktor-faktor lain seperti emosi, pengalaman pribadi, dan konteks sosial juga memainkan peran penting. Dengan demikian, pemahaman kita tentang bagaimana manusia merasakan seni dan musik semakin berkembang, dan penelitian di masa depan diharapkan dapat memberikan jawaban yang lebih lengkap.

Baca Juga  Skincare alami dari makanan harian, mulai dari wortel hingga labu siam
unnamed Cara DNA Mempengaruhi Respons terhadap Karya Seni