9 potret Ersa Mayori lulus tesis, jadi master komunikasi
Ersa Mayori Lulus Sidang Tesis di Usia 45 Tahun
Ersa Mayori, mantan pemenang Gadis Sampul 1993, kembali membagikan kabar gembira terkait pendidikannya. Baru-baru ini, ia resmi lulus sidang tesis program S2 pascasarjana di LSPR Communication and Business Institute pada Rabu (25/2/2026). Kegigihan dan semangatnya dalam menempuh pendidikan tinggi menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk kedua anaknya.
Dalam postingan media sosialnya, tampak Otto Djauhari, suami Ersa Mayori, yang menunggu di luar ruang sidang. Ia juga ikut merayakan keberhasilan istri tercintanya. Ersa mulai melanjutkan studi S2 sejak tahun 2024, dan hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, ia telah berhasil lulus sidang tesis. Hal ini menunjukkan dedikasinya dalam menghadapi tantangan akademik sambil menjalani pekerjaan sehari-hari.
Kegigihan Ersa tidak hanya menjadi contoh bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengan usia yang hampir menginjak 46 tahun, ia membuktikan bahwa tidak ada batasan untuk belajar. Keberhasilannya dalam menyelesaikan studi S2 dengan gelar Master Ilmu Komunikasi (M.I.Kom) menjadi bukti bahwa usaha dan ketekunan akan membuahkan hasil.
Proses Lulus Sidang Tesis
Ersa Mayori mengikuti sidang tesis pada Rabu (25/2/2026). Pada momen tersebut, ia tidak bisa menahan air mata setelah dinyatakan lulus. Rasa gembira dan rasa syukur mengisi hatinya, terlebih karena ia telah melewati berbagai tantangan selama proses pembelajaran.
Beberapa hari sebelum sidang, Ersa sempat merasa cemas dan gelisah. Malam sebelum sidang, ia bahkan tidak bisa tidur hingga asam lambungnya kambuh. Namun, rasa takut itu akhirnya berubah menjadi kebahagiaan setelah ia lulus.
Setelah keluar dari ruang sidang, Ersa langsung disambut oleh suaminya, Otto Djauhari, yang datang membawa buket bunga putih. Momen ini menjadi momen spesial yang tidak akan pernah ia lupakan.
Kehadiran Teman-teman dan Ucapan Selamat
Ersa juga membagikan foto bersama teman-teman sejawatnya yang juga mengikuti sidang tesis pada hari yang sama. Mereka saling memberi dukungan dan kebahagiaan atas keberhasilan satu sama lain. Postingan Ersa di media sosial pun mendapat respons positif dari banyak orang, termasuk rekan-rekannya seperti Novita Angie dan Cut Tari.
“Alhamdulillah, M.I.Kom,” tulis Ersa dalam postingannya. Otto Djauhari juga menyampaikan rasa bangga terhadap pencapaian istrinya. Ia percaya bahwa Ersa telah membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk mengejar mimpi.
Studi S2 dengan Program Blended
Ersa Mayori mengikuti program S2 di LSPR dengan sistem blended, yaitu kombinasi antara pembelajaran online dan offline. Dengan sistem ini, ia mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan studi. Meski begitu, ia tetap konsisten dan tekun dalam menjalani semua tugas akademik.
Kini, setelah lulus, Ersa dapat menikmati Ramadan tanpa beban tesis lagi. Ia juga sempat berlibur ke Kota Karuizawa, Jepang, dan bermain salju. Beberapa potret kebersamaan dengan keluarga dan teman-temannya juga turut dibagikan.
Kesimpulan
Keberhasilan Ersa Mayori dalam menyelesaikan studi S2 di usia 45 tahun menjadi contoh nyata bahwa usaha dan semangat tidak pernah terlambat. Ia membuktikan bahwa belajar adalah proses yang tidak pernah berakhir, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih impian mereka, terlepas dari usia atau kondisi apapun.








- McConnell Hospitalized Amid Political Uncertainty - February 28, 2026
- BPJS Kesehatan Batam: 300-400 Ribu Peserta Mandiri Tunggakan, Kartu Tak Bisa Digunakan - February 28, 2026
- 9 potret Ersa Mayori lulus tesis, jadi master komunikasi - February 28, 2026




Leave a Reply