Sido Muncul Berikan Kebahagiaan dengan Operasi Katarak Gratis di RS Maranatha Bandung

Kemitraan Sido Muncul dengan Perdami dan RS Maranatha dalam Operasi Katarak Gratis

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui produk unggulannya, Tolak Angin, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat dan Rumah Sakit (RS) Maranatha menggelar Bhakti Sosial operasi katarak gratis di Rumah Sakit (RS) Maranatha Bandung, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata dari komitmen Sido Muncul yang akan memasuki usia ke-75 tahun pada November mendatang untuk berkontribusi dalam bidang kesehatan masyarakat, terutama dalam mengurangi jumlah kebutaan akibat katarak di Indonesia.

AA1VCgca Sido Muncul Berikan Kebahagiaan dengan Operasi Katarak Gratis di RS Maranatha Bandung

Operasi katarak gratis ini diperuntukkan bagi 200 penderita di wilayah Bandung dan sekitarnya. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR, disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Hj. Yuli Irnawati Mosjasari, M.M., dan perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK Perdami Pusat), dr. Rizal A. Fanany, SpM(K).

Direktur Sido Muncul, DR. (H.C.) Irwan Hidayat menjelaskan bahwa baksos operasi katarak gratis di Bandung merupakan kegiatan sosial pertama Sido Muncul di Tahun 2026. Lebih lanjut, program ini juga merupakan upaya Sido Muncul dalam berperan aktif membantu pemerintah, khususnya di bidang kesehatan mata.

“Sejak tahun 2011, totalnya sudah 57.000 mata yang berhasil dioperasi. Bukan pasang mata loh, tapi 57.000 mata,” ujar Irwan, kepada awak media.

Irwan menambahkan bahwa katarak adalah penyakit degeneratif yang angkanya terus bertambah seiring penuaan populasi. Oleh karena itu, upaya penyembuhannya menjadi pekerjaan rumah yang tak akan pernah benar-benar selesai.

“Tiap tahun penderita bertambah satu persen, atau sekitar 280.000 orang baru. Saya rasa pekerjaan ini tidak akan selesai. Tapi saya senang bisa berpartisipasi, kami masuk di sela-sela (program pemerintah). Prinsipnya, kepedulian ini kami lakukan dengan cara membantu sesama,” kata Irwan.

Baca Juga  Pangan lokal, kunci hidup sehat

AA1VC4sk Sido Muncul Berikan Kebahagiaan dengan Operasi Katarak Gratis di RS Maranatha Bandung

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat memberikan simbolis baksos operasi katarak sebanyak 200 mata kepada Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR. Foto: Ridwan Abdul Malik/JPNN

Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR mengapresiasi kegiatan yang digagas Sido Muncul. Menurut Ferdinan, kolaborasi seperti ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana organisasi profesi, fasilitas kesehatan, dan industri turut membantu pemerintah dalam menanggulangi kebutaan akibat katarak.

“Katarak bukan hanya soal medis tapi masalah sosial dan juga ekonomi, dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, kegiatan ini bukan hanya untuk memulihkan penglihatan tetapi juga memulihkan harapan dan kemandirian pasien,” ujarnya.

Senada dengan Ferdinan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Yuli Irnawati Mustiarsari, MM, turut mengapresiasi dukungan Sido Muncul, RS Maranatha, Perdami, dan mitra lainnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mencatat angka gangguan penglihatan akibat katarak berada di kisaran 1,7 persen, sejalan dengan rata-rata Jawa Barat dan nasional.

“Operasi katarak massal mampu mempercepat pelayanan dan mempersingkat antrean operasi reguler di rumah sakit,” ujarnya.

Perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK Perdami Pusat), dr. Rizal A. Fanany, SpM(K) menyampaikan bahwa angka kebutaan karena penyakit katarak masih sangat tinggi di Indonesia. “Masalah kebutaan yang disebabkan katarak itu masih sangat tinggi, data tahun 2016 itu angka kebutaan katarak 1,7 persen dari populasi di usia 50 tahun ke atas,” tuturnya.

Selain itu, kata Rizal, tidak sedikit masyarakat atau penderita penyakit katarak di Indonesia yang belum menjadi peserta fasilitas layanan kesehatan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kesehatan. “BPJS saat ini sudah menjadi pilihan utama pelayanan kesehatan, tapi kita tahu ada masyarakat kita yang tidak memiliki fasilitas itu,” katanya.

Baca Juga  Kasus varian Covid baru Nimbus dan Stratus sedang meningkat - dokter mengungkap gejala yang tidak biasa

Oleh karena itu, kegiatan baksos operasi katarak gratis dari Sido Muncul di RS Maranatha Bandung diyakini bisa membantu pemerintah dalam penanganan penyakit katarak. “Kami sampaikan terimakasih kepada Sido Muncul yang konsisten membantu kami Perdami di seluruh Indonesia sejak tahun 2011,” tuturnya.

Di sisi lain, para pasien penerima bantuan operasi katarak gratis mengaku senang dan memiliki harapan hidup normal kembali. Seperti halnya yang dialami Dudun (48) warga Nanjung, Margaasih, Kabupaten Bandung. Kata Dudun, ia mengaku tak memiliki gairah hidup karena tak memiliki pengelihatan yang jelas. Terlebih, biaya pengobatan atau operasi katarak yang tak terjangkau oleh isi kantung celana Dudun.

“Sakit udah setahun, belum berobat kemana-mana. Operasi 20 menitan. Sebelumnya buram saja enggak bisa lihat, kemaren habis dioperasi. Alhamdulillah,” kata Dudun.

“Harapannya bisa dilanjutkan acara seperti ini. Mudah-mudahan Sido Muncul semoga jaya terus,” sambung Dudun sambil tersenyum bahagia.

Diketahui, pelaksanaan operasi katarak gratis merupakan bagian dari komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya. Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga konsisten menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya, seperti program operasi bibir sumbing gratis hingga memberikan bantuan untuk anak-anak penderita stunting di berbagai wilayah di Indonesia.

unnamed Sido Muncul Berikan Kebahagiaan dengan Operasi Katarak Gratis di RS Maranatha Bandung