7 Makanan yang Perlu Dihindari Selama Kemoterapi Kanker
Pentingnya Makanan yang Tepat Selama Kemoterapi
Kemoterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan dosis tinggi untuk membunuh sel-sel abnormal. Meski efektif, terapi ini bisa menyebabkan kelelahan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pasien perlu memperhatikan berbagai pantangan, termasuk makanan yang dikonsumsi.
Makanan memainkan peran penting dalam keberhasilan kemoterapi. Asupan nutrisi yang tepat dapat membantu proses pemulihan dan mengurangi efek samping. Sebaliknya, beberapa makanan tertentu justru bisa memperburuk kondisi pasien selama terapi. Berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya dihindari selama menjalani kemoterapi:
- Ikan dan daging mentah
Ikan atau daging mentah seperti sushi, sashimi, steak, sate, atau ikan asap tidak disarankan selama kemoterapi. Hal ini karena makanan tersebut berpotensi mengandung bakteri atau patogen berbahaya yang belum mati selama proses masak. Daging olahan seperti ham, salami, sosis, dan bologna juga harus dihindari karena risiko kontaminasi Listeria.
- Telur mentah dan produk turunannya
Telur mentah atau setengah matang bisa mengandung bakteri Salmonella, yang berbahaya bagi kesehatan. Infeksi ini bisa menyebabkan gejala seperti diare, kram perut, muntah, dan demam. Produk seperti mayones rumahan, saus hollandaise, saus salad caesar, atau adonan kue yang masih mentah juga perlu dihindari.

- Sayur dan buah yang tidak dicuci
Sayur dan buah-buahan yang tidak dicuci bisa memicu kontaminasi patogen atau bakteri. Pastikan untuk mencuci buah atau sayur dengan air mengalir dan menggosoknya secara perlahan. Pada kasus kemoterapi intensif, konsumsi sayuran atau buah mentah mungkin tidak direkomendasikan sama sekali.

- Kecambah dan kacang mentah
Kecambah seperti alfalfa dan kacang hijau, serta kacang mentah lainnya, bisa mengandung Salmonella sp. atau Escherichia coli. Penyimpanan kacang-kacangan mentah juga bisa meningkatkan risiko infeksi jamur.

- Madu mentah atau sarang lebah
Madu mentah atau sarang lebah mengandung spora bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini biasanya tidak berbahaya bagi orang sehat, tetapi bisa menyebabkan botulisme pada pasien kemoterapi yang memiliki sistem imun yang lemah. Pilih madu komersial yang telah melalui proses pemanasan.

- Susu dan produk turunannya yang tidak dipasteurisasi
Susu yang tidak dipasteurisasi bisa mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. Coli, dan Listeria. Pasien kemoterapi dengan sistem imun yang melemah lebih rentan terhadap infeksi. Susu yang sudah dipasteurisasi aman dikonsumsi dan kaya akan nutrisi seperti protein, kalsium, kalium, dan vitamin B.

- Jeruk bali
Jeruk bali adalah sumber vitamin C yang baik, tetapi memiliki interaksi dengan banyak obat. Oleh karena itu, sebaiknya hindari jeruk bali selama terapi kanker.

Makanan adalah sumber nutrisi penting selama kemoterapi. Namun, tidak semua makanan aman dikonsumsi karena risiko kontaminasi penyebab infeksi. Jadi, jika kamu sedang menjalani kemoterapi, sebaiknya hindari jenis-jenis makanan di atas untuk menjaga kesehatan dan mempercepat proses pemulihan.
- 100 Soal dan Kunci Jawaban Matematika SD Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka 2026 - February 26, 2026
- 7 Makanan yang Perlu Dihindari Selama Kemoterapi Kanker - February 26, 2026
- Delapan kasus campak dilaporkan di Upstate - February 26, 2026




Leave a Reply