Ditetapkan sebagai Guru Besar, Mgr Maksimus Regus: Buah Dedikasi dan Komitmen Institusional
Pengakuan Akademik untuk Uskup Maksimus Regus
Uskup Maksimus Regus, yang saat ini menjabat sebagai Uskup Keuskupan Labuan Bajo, telah diangkat sebagai Guru Besar Sosiologi Agama dan Multikulturalisme. Penetapan ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Surat Keputusan (SK) bernomor 1767/M/KPT.KP/2026 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen. SK tersebut berlaku sejak 1 Januari 2026, sesuai dengan keputusan kementerian yang dikeluarkan pada 31 Desember 2025.
Penetapan ini menjadi bukti bahwa Uskup Maksimus tidak hanya berkiprah sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai akademisi yang memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu sosial keagamaan. Ia dikenal sebagai tokoh yang mampu menggabungkan antara pelayanan kegembalaan dengan tradisi keilmuan yang kritis dan transformatif.
Jejak Akademik yang Menginspirasi
Sebelum menjadi Uskup, Monsinyor Maksimus Regus telah membangun karier akademik yang solid di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng. Beliau pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Selama masa jabatannya, ia aktif mendorong penguatan budaya riset, dialog lintas disiplin, serta partisipasi kampus dalam isu-isu kemanusiaan, keberagaman, dan keadilan sosial di Pulau Flores dan Nusa Tenggara Timur.
Kajian Sosiologi Agama dan Multikulturalisme
Uskup Maksimus mengembangkan kajian sosiologi agama dan multikulturalisme yang berpijak pada realitas masyarakat majemuk. Dalam pendekatannya, agama ditempatkan sebagai kekuatan sosial yang harus hadir membela martabat manusia, keberlanjutan lingkungan hidup, serta harmoni antarumat. Pengakuan akademik ini semakin memperkuat kontribusi kampus dalam pengembangan ilmu sosial keagamaan yang kontekstual dan relevan bagi tantangan masyarakat plural.
Ucapan Syukur dan Penegasan Tanggung Jawab Akademik
Menyambut penetapan jabatan guru besar tersebut, Uskup Maksimus menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Saya bersyukur kepada Tuhan dan Bunda Maria atas anugerah guru besar ini. Saya menyadari bahwa capaian ini tidak berdiri sebagai prestasi personal, melainkan sebagai buah dari dedikasi dan komitmen institusional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LLDikti Wilayah XV atas dorongan berkelanjutan terhadap peningkatan karier akademik melalui tridarma perguruan tinggi. “Saya berterima kasih kepada LLDikti XV yang selama beberapa tahun terakhir secara konsisten mendorong penguatan tridarma perguruan tinggi bagi insan akademik di wilayah ini,” tambahnya.
Unika St. Paulus Ruteng sebagai Rumah Akademik
Uskup Maksimus secara khusus menegaskan peran penting Unika St. Paulus Ruteng dalam perjalanan akademiknya. “Pengakuan ini terutama merupakan pengakuan atas dedikasi Unika Santu Paulus Ruteng dalam dunia pendidikan tinggi dan pencerdasan publik di kawasan ini. Dukungan dewan pembina yayasan, ketua yayasan, rektor, jajaran struktural, para dosen, pegawai, mahasiswa, dan keluarga besar kampus sangat menentukan perjalanan ini,” tegasnya.
Ia juga menyebut peran Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, yang secara konsisten memberi motivasi bagi pengembangan akademisi Katolik di lingkungan Unika.
Guru Besar dan Pelayanan Kegembalaan
Sebagai gembala umat, Uskup Maksimus menilai jabatan profesor ini memperluas horizon pelayanan Gereja. “Anugerah guru besar ini memperkuat tanggung jawab saya untuk memperlihatkan wajah Tuhan yang berpihak pada keberlanjutan kehidupan, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan hidup,” katanya.
Menurutnya, reproduksi pengetahuan harus berdampak nyata bagi masyarakat luas, tidak hanya bagi komunitas akademik.
Harapan bagi Dunia Akademik di Kawasan Timur Indonesia
Mengakhiri pernyataannya, Uskup Maksimus menyampaikan harapan besar bagi masa depan pendidikan tinggi. “Saya berharap masyarakat akademik di kawasan ini terus menghadirkan dampak konstruktif bagi kehidupan. Saya juga berharap Unika Santu Paulus Ruteng terus bertumbuh sebagai center of excellence yang relevan, dialogis, dan transformatif,” pungkasnya.
- 100 Soal dan Kunci Jawaban Matematika SD Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka 2026 - February 26, 2026
- Ditetapkan sebagai Guru Besar, Mgr Maksimus Regus: Buah Dedikasi dan Komitmen Institusional - February 25, 2026
- L.A. Parker: Pusat Medis St. Francis lebih dari sekadar rumah sakit bagi Trenton [KOLOM L.A. PARKER] - February 25, 2026




Leave a Reply