Strategi Promosi Madrasah Unggul dalam Evaluasi PMB UIN Saizu Purwokerto

Strategi Promosi PMB 2026 UIN Saizu Purwokerto: Kekuatan Jejaring Madrasah dan Kolaborasi Lintas Fakultas

Dalam rangka menyusun kebijakan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar rapat evaluasi dan konsolidasi PMB 2025 serta persiapan PMB 2026. Berbagai strategi promosi dan inisiatif baru diangkat dalam diskusi tersebut, termasuk penguatan jejaring madrasah dan kolaborasi lintas fakultas.

Pengalaman Benchmarking dari Fakultas Ushuluddin UIN Suka

Dalam sesi diskusi, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Saizu Purwokerto, Prof. Kholid Mawardi, membagikan pengalamannya saat melakukan benchmarking ke Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta. Menurutnya, tingginya animo mahasiswa di Fakultas Ushuluddin UIN Suka tidak lepas dari kekuatan basis tradisional serta kerja sama berkelanjutan dengan madrasah mitra.

“Fakultas Ushuluddin UIN Suka memiliki konstituen yang jelas karena telah lama menjalin kemitraan dengan madrasah tertentu. Model ini menjaga stabilitas jumlah pendaftar setiap tahun,” jelasnya.

Pendekatan serupa kemudian diimplementasikan dalam promosi Program Studi SAA UIN Saizu Purwokerto. Melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan, seperti MA Sains Quran Wonodadi dan SMK Cahaya Islam, Program Studi SAA berhasil memenuhi kuota jalur afirmasi. “Untuk jalur afirmasi di SAA, saat ini sudah terpenuhi sebanyak 20 mahasiswa,” ungkap Prof. Kholid.

Usulan Pembentukan Tim Sub-Promosi

Prof. Khusnul Khotimah mengusulkan pembentukan tim sub-promosi di setiap fakultas yang terkoordinasi secara langsung dengan Pusat Promosi PMB UIN Saizu Purwokerto. Ia menilai, langkah tersebut penting agar promosi tidak berjalan parsial dan tumpang tindih.

Menurutnya, Pusat Promosi PMB perlu mengembangkan database terintegrasi yang memuat data asal sekolah, wilayah, hingga kontak siswa. Dengan sistem tersebut, fakultas dapat berbagi wilayah sasaran promosi dan melakukan pendekatan yang lebih terarah.

Baca Juga  Millwood PE teacher celebrated for her impact on students in and out of the gym

Prof. Khusnul juga menekankan pentingnya pendekatan promosi yang tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi disertai pelatihan atau workshop untuk memotivasi siswa sekaligus memperkenalkan keunggulan UIN Saizu secara lebih nyata.

“Kita memiliki sekitar 250 dosen. Setiap kegiatan pengabdian masyarakat, termasuk di pesantren, harus membawa nama UIN. Promosi PMB adalah tanggung jawab seluruh sivitas akademika,” tegasnya.

Koordinasi Tim Promosi Internal dan Isu UKT

Dalam forum yang sama, Prof. Supani menyampaikan bahwa Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto telah membentuk tim promosi internal. Namun, ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan tim PMB tingkat universitas agar program promosi berjalan efektif dan tidak saling tumpang tindih.

Selain itu, ia menyoroti persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada program studi afirmasi. Menurutnya, keterbatasan kuota afirmasi berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial antar mahasiswa dalam satu angkatan.

“Perlu ada kebijakan pembatasan UKT agar tetap proporsional dan berkeadilan, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan di antara mahasiswa,” ujarnya.

Sinergi untuk Daya Saing dan Akses Pendidikan Tinggi

Rapat evaluasi dan konsolidasi ini menjadi langkah strategis UIN Saizu Purwokerto dalam menyusun kebijakan PMB 2026 yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sinergi antara pimpinan universitas, fakultas, dan Pusat Promosi PMB diharapkan mampu memperkuat daya saing serta memperluas pemerataan akses pendidikan tinggi keagamaan Islam negeri.

Dengan strategi promosi yang berbasis data, jejaring madrasah, serta keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, UIN Saizu optimistis dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas calon mahasiswa di tahun 2026.


unnamed Strategi Promosi Madrasah Unggul dalam Evaluasi PMB UIN Saizu Purwokerto