Muralis Nasional Meriahkan Lomba Mural di Tadjimalela Sumedang

Kehadiran Muralis Nasional Meriahkan Lomba Mural di Kawasan Sport Center Tadjimalela

Kawasan Sport Center Tadjimalela di Kabupaten Sumedang menjadi pusat perhatian bagi para seniman mural dari berbagai daerah di Indonesia. Acara lomba mural yang digelar pada 1–7 Februari menarik partisipasi muralis lokal maupun nasional, termasuk dari Yogyakarta, Magelang, Semarang, Jakarta, Bekasi, Bandung, dan Subang.

Kehadiran para muralis ini memberikan warna baru dalam menggambarkan identitas dan kekayaan budaya Sumedang. Di sekitar tembok Sport Center Tadjimalela, nantinya akan dipenuhi karya-karya mural yang mengangkat berbagai aspek, seperti sejarah, budaya, hingga potensi unggulan daerah tersebut.

Salah satu peserta lomba, Yoyo dari Magelang, menjelaskan bahwa karyanya akan mencerminkan identitas Sumedang. Ia akan menggambarkan Kereta Naga Paksi, Tugu Binokasih, serta kuliner khas Sumedang, yaitu tahu yang dibungkus bongsang. Selain itu, mural tersebut juga akan menampilkan olahraga, kemasan batik, dan keragaman hayati yang ada di Sumedang.

“Pesan yang ingin saya sampaikan melalui lukisan ini adalah agar masyarakat Sumedang, terutama anak-anak muda, tidak melupakan sejarah dan kekayaan yang dimiliki daerahnya. Dengan begitu, Sumedang benar-benar bisa membumi,” ujarnya.

Yoyo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah menyelenggarakan lomba mural tingkat nasional. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa Sumedang memiliki identitas yang kuat serta keseriusan dalam mengembangkan dan mengapresiasi seni.

Ekspresikan Ide dan Kreativitas

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para pegiat mural dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, lomba mural ini menjadi wadah bagi para seniman untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan kreativitasnya.

“Alhamdulillah para muralis Indonesia hadir di tempat ini. Kehadiran mereka akan menambah warna bagi Sumedang sebagai ruang ekspresi seni,” katanya.

Baca Juga  Dokter rumah sakit melarang panggilan 24 jam

Ia menilai karya-karya yang dihasilkan bukan sekadar hiasan visual, melainkan mural yang sarat makna dan nilai. Para muralis, kata Dony, akan menggambarkan peradaban Sumedang mulai dari sejarah, kuliner, olahraga, budaya, hingga keragaman hayati.

“Inilah yang dinamakan mural bermakna, bermanfaat, dan berdampak, bahkan bisa menjadi pemersatu budaya,” katanya.

Bupati juga mengimbau kepada pengelola kawasan serta masyarakat agar hasil karya para muralis tersebut dijaga dan dirawat dengan baik. Menurutnya, mural-mural tersebut merupakan karya luar biasa yang lahir dari ide dan gagasan yang disiapkan secara matang dan penuh makna.

Beragam Inspirasi dalam Setiap Karya

Setiap mural yang dibuat oleh para seniman mengandung makna dan pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Dengan menggabungkan elemen-elemen lokal dan nasional, karya-karya ini tidak hanya memperindah ruang publik, tetapi juga menjadi representasi dari identitas dan kekayaan budaya daerah.

Para muralis tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada pesan-pesan penting yang ingin disampaikan. Misalnya, beberapa karya mengangkat isu lingkungan, pendidikan, atau persatuan. Hal ini menunjukkan bahwa seni mural bukan hanya sekadar hiasan, tetapi juga alat komunikasi yang efektif.

Dalam acara ini, para seniman saling berbagi inspirasi dan pengalaman. Mereka berdiskusi tentang teknik, bahan, dan konsep yang digunakan dalam pembuatan mural. Proses ini membuka peluang untuk kolaborasi dan pertukaran ide antar sesama seniman.

Pentingnya Melestarikan Karya Seni

Selain menikmati karya-karya yang dihasilkan, masyarakat juga diajak untuk menjaga dan melestarikan karya seni yang ada. Bupati Sumedang menekankan bahwa mural-mural ini adalah hasil dari usaha dan kreativitas yang luar biasa. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan keutuhan karya-karya tersebut.

Baca Juga  Waktu Pengumuman Seleksi Administrasi SMA Taruna Nusantara 2026/2027 dan Cara Cek Lolos

Dengan demikian, karya seni yang dihasilkan tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

unnamed Muralis Nasional Meriahkan Lomba Mural di Tadjimalela Sumedang