Kepala Dinas Pendidikan Jatim Buka Suara Soal Tidak Ada Sekolah Negeri di Daftar 30 SMA Terbaik
Daftar 30 Sekolah Terbaik di Indonesia Tidak Ada yang Berasal dari Jawa Timur
Beredar di media sosial daftar 30 sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah (MA) terbaik di Indonesia berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dari data tersebut, tidak ada satu pun sekolah dari Provinsi Jawa Timur. Hal ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, meskipun Jawa Timur memiliki banyak sekolah unggulan seperti SMA Negeri 5 Surabaya, SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, hingga MAN 2 Malang.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa data pemeringkatan SMA sederajat yang viral bukan berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Tidak benar, sekolah-sekolah di Jawa Timur rata-rata berada di atas rata-rata nasional. Yang muncul di media sosial bukan data valid dari Kemendikdasmen,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Aries, berdasarkan hasil TKA SMA/SMK sederajat yang diumumkan oleh Kemendikdasmen RI, Jawa Timur secara keseluruhan menempati peringkat lima nasional.
“Jawa Timur juga masuk lima besar nasional dengan skor TKA Bahasa Indonesia rata-rata 56,98. Sementara skor rata-rata TKA Matematika 36,77 dan skor rata-rata Bahasa Inggris 25,35,” tambahnya.
Media sosial dihebohkan dengan daftar peringkat 30 satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/MA terbaik di Indonesia berdasarkan hasil TKA. Data ini diklaim dirilis oleh Kemendikdasmen dalam Rakornas TKA di Jakarta pada 27 hingga 29 Januari 2026 lalu.
Berdasarkan data tersebut, sejumlah sekolah negeri, swasta, hingga madrasah unggulan masuk dalam jajaran teratas peringkat nasional. SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin Jakarta menempati urutan pertama. Disusul oleh SMA Pradita Dirgantara di Jawa Tengah, MAN Insan Cendekia Serpong di Banten, SMA Labschool Kebayoran di DKI Jakarta, SMA Kristen 1 Penabur di DKI Jakarta, serta sekolah unggulan lainnya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam daftar tersebut antara lain:
- Data yang digunakan untuk pemeringkatan berasal dari hasil TKA yang dilakukan oleh Kemendikdasmen.
- Sekolah-sekolah yang masuk daftar 30 besar mayoritas berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sumatera, hingga Sulawesi.
- Tidak semua sekolah unggulan di Jawa Timur masuk dalam daftar 30 besar, meskipun kualitas pendidikan di provinsi ini diakui baik.
Perbedaan Antara Data Resmi dan Data Viral
Ada perbedaan signifikan antara data resmi Kemendikdasmen dan data yang beredar di media sosial. Data yang viral cenderung tidak memiliki dasar yang jelas atau metode pengukuran yang transparan. Sebaliknya, data resmi Kemendikdasmen mengacu pada standar yang telah ditetapkan dan diuji melalui proses evaluasi yang terstruktur.
Selain itu, beberapa pihak mempertanyakan keabsahan data yang beredar. Mereka berargumen bahwa daftar tersebut bisa saja dibuat oleh pihak tertentu tanpa adanya verifikasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mencari informasi dari sumber yang terpercaya.
Peran Sekolah Unggulan di Indonesia
Sekolah-sekolah unggulan di Indonesia sering kali menjadi pusat perhatian karena prestasi akademiknya. Namun, tidak semua sekolah unggulan muncul dalam daftar 30 besar. Beberapa sekolah yang tidak masuk dalam daftar mungkin memiliki kualitas yang sama, tetapi kurang dikenal atau tidak terlibat dalam program evaluasi nasional.
Di sisi lain, sekolah-sekolah yang masuk dalam daftar 30 besar biasanya memiliki fasilitas lengkap, tenaga pengajar berkualitas, dan sistem pembelajaran yang inovatif. Mereka juga sering kali menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia.
Kesimpulan
Meski daftar 30 sekolah terbaik di Indonesia tidak mencakup sekolah-sekolah dari Jawa Timur, hal ini tidak berarti bahwa kualitas pendidikan di provinsi tersebut rendah. Justru sebaliknya, Jawa Timur memiliki banyak sekolah unggulan yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah di daerah lain.
Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pemeringkatan sekolah tidak selalu mewakili seluruh potensi pendidikan di suatu daerah. Selain itu, data yang beredar di media sosial perlu dikaji dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
- Museum Anak Hendersonville diapresiasi atas upaya bantuan bencana Helene dengan penghargaan nasional - February 24, 2026
- Kepala Dinas Pendidikan Jatim Buka Suara Soal Tidak Ada Sekolah Negeri di Daftar 30 SMA Terbaik - February 24, 2026
- Kekhawatiran mengenai lokasi apotek ganja bagi warga Ripley - February 23, 2026




Leave a Reply