Universitas Samudra Buka Pojok Belajar di Desa Sriwijaya Aceh Tamiang

Program Pojok Belajar Anak Pascabencana di Aceh

Universitas Samudra menghadirkan inisiatif baru untuk membantu pemulihan literasi dan numerasi anak-anak yang terdampak bencana. Inisiatif ini berupa pembukaan pojok belajar anak pascabencana di Desa Sriwijaya, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan nonformal yang adaptif dan ramah anak.

Pojok belajar ini diketuai oleh Juliati dan melibatkan sejumlah mahasiswa sebagai relawan. Anggota tim meliputi Mahlianurrahman, Nishbah Fadhelina, serta perwakilan dari Universitas Samudra atau Unsam. Program ini merupakan bagian dari program mahasiswa berdampak: pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Juliati, ketua pojok belajar, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat pemulihan bagi anak-anak yang terdampak bencana. Pendekatan yang digunakan adalah integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sesuai dengan kebutuhan lokal. “Pojok belajar diterapkan dengan menyiapkan ruang belajar sederhana di lingkungan masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Juliati.

Aktivitas Pembelajaran yang Menyenangkan

Mahasiswa yang terlibat dalam program ini aktif dalam mendampingi anak-anak belajar melalui berbagai kegiatan. Beberapa aktivitas yang dilakukan antara lain:

  • Membaca dan menulis
  • Berhitung
  • Bercerita
  • Permainan edukatif

Program ini juga dirancang untuk menjadi solusi alternatif pembelajaran nonformal yang adaptif, fleksibel, dan ramah anak di tengah keterbatasan sarana pendidikan pasca-bencana.

Tahap Observasi dan Persiapan

Saat ini, tim sedang dalam tahap observasi titik lokasi yang akan dijadikan pojok belajar di Desa Sriwijaya. Juliati menyampaikan bahwa lokasi tersebut akan segera ditentukan dalam waktu dekat. Proses persiapan ini penting untuk memastikan bahwa pojok belajar dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak setempat.

Baca Juga  Tidak Ada Kekhawatiran Biaya Sekolah Lagi: Cara Mendaftar Beasiswa Universitas di Nigeria

Pojok belajar ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik anak-anak, tetapi juga memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi mereka untuk berinteraksi, belajar, dan berkembang bersama teman-temannya. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membantu anak-anak yang terdampak bencana untuk kembali bersekolah dan membangun masa depan yang lebih cerah.

Kontribusi Mahasiswa sebagai Relawan

Partisipasi mahasiswa dalam program ini sangat penting. Mereka tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga mentor dan teman bagi anak-anak yang sedang dalam proses pemulihan. Melalui kegiatan yang dirancang secara kreatif dan interaktif, mahasiswa berupaya membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif.

Dengan pendekatan yang berbasis komunitas, program ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, selain memberikan manfaat langsung kepada anak-anak, program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kepemimpinan.

Keberlanjutan dan Dampak Jangka Panjang

Program pojok belajar ini direncanakan untuk berlangsung dalam jangka panjang. Tujuannya adalah untuk menciptakan pola pembelajaran yang berkelanjutan dan dapat diadopsi oleh masyarakat setempat. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya mendapatkan bantuan sementara, tetapi juga memiliki dasar yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Selain itu, program ini juga menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat berkontribusi dalam upaya pemulihan bencana. Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian mahasiswa, universitas dapat menjadi mitra yang efektif dalam pemberdayaan masyarakat.


unnamed Universitas Samudra Buka Pojok Belajar di Desa Sriwijaya Aceh Tamiang