1.708 Mahasiswa Dilantik, Rektor UPGRIS: Ormawa Jadi Laboratorium Kehidupan

Pelantikan Pengurus Lemawa dan Ormawa UPGRIS Masa Bakti 2025–2026

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) resmi melantik sebanyak 1.708 mahasiswa sebagai pengurus Lembaga Mahasiswa (Lemawa) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) masa bakti 2025–2026 di Balairung UPGRIS, Selasa (3/2/2026). Acara ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh peserta yang hadir.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor UPGRIS, Sri Suciati, yang didampingi oleh jajaran pimpinan universitas serta sivitas akademika. Dalam sambutannya, ia menepis anggapan bahwa mahasiswa masa kini kurang semangat dalam berorganisasi.

“Tidak ada yang percaya kalau mahasiswa sekarang kurang semangat. Hari ini kita menyaksikan sendiri betapa luar biasanya antusiasme mahasiswa UPGRIS, bahkan di tengah suasana libur panjang,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kedisiplinan para pengurus baru yang telah hadir sejak pagi hari sebelum pelantikan dimulai. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti kuat bahwa mahasiswa UPGRIS merupakan generasi muda yang bisa diandalkan dan memiliki karakter tangguh sejak hari pertama mengemban amanah organisasi.

Selain itu, Rektor juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) yang berhasil menjaring 78 persen partisipasi mahasiswa. Angka tersebut dinilai sangat impresif dan menjadi bukti tingginya kepedulian mahasiswa terhadap organisasi kemahasiswaan.

“Ini pencapaian yang belum tentu bisa diraih perguruan tinggi lain. Pemira juga berlangsung aman, tertib, dan bermartabat,” tegasnya.

Selain Pemira, Suci turut mengapresiasi pelaksanaan kongres mahasiswa yang berlangsung selama beberapa hari dengan dinamika tinggi, namun tetap berjalan secara elegan dan dialogis.

“Perbedaan pendapat diselesaikan dengan dialog yang beradab, bukan dengan kegaduhan. Ini sangat membanggakan,” katanya.

Kepemimpinan Baru dan Harapan untuk Perubahan

Pada periode kepengurusan kali ini, Lemawa dan Ormawa UPGRIS berada di bawah kepemimpinan Presiden BEM terpilih. Suci berharap kepengurusan baru mampu menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian dan membawa perubahan nyata bagi mahasiswa.

Baca Juga  Menteri Agama Resmikan Setiakin dan Beri Pembinaan ASN Kemenag Bangka Belitung

Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan laboratorium kehidupan yang memberikan pembelajaran penting di luar ruang kelas, mulai dari resiliensi, kemampuan bernegosiasi, hingga empati dalam kepemimpinan.

“Di dunia kerja, pintar saja tidak cukup. Banyak orang justru diberhentikan karena karakter yang tidak baik. Organisasi adalah tempat mengasah karakter dan soft skill itu,” tandasnya.

Suci juga mengajak pengurus baru untuk menjadi mitra strategis universitas serta jembatan aspirasi mahasiswa dengan pimpinan kampus, demi mewujudkan UPGRIS yang unggul dan berjati diri.

Di akhir sambutan, Rektor menyampaikan terima kasih kepada pengurus periode 2024–2025 atas dedikasi dan fondasi kuat yang telah dibangun, seraya menegaskan bahwa kontribusi kepada almamater tidak berhenti meski masa jabatan telah usai.

Peran Organisasi dalam Pembentukan Karakter

Organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi wadah untuk pengembangan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih sikap tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama. Dengan adanya lembaga seperti Lemawa dan Ormawa, mahasiswa UPGRIS memiliki kesempatan untuk belajar mengelola proyek, merancang program, serta berinteraksi dengan berbagai pihak di dalam maupun luar kampus.

Dalam konteks pendidikan, organisasi mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak dapat diukur hanya melalui nilai akademik. Melalui pengalaman di organisasi, mahasiswa diajarkan untuk mengambil inisiatif, menghadapi tantangan, dan mengembangkan jiwa kepemimpinan.

Kehadiran organisasi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan ide, aspirasi, serta kepedulian terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Hal ini menjadikan organisasi sebagai benteng utama dalam membangun komunitas yang lebih solid dan berwawasan luas.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski telah mencapai banyak prestasi, UPGRIS tetap menghadapi tantangan dalam memastikan konsistensi kualitas pengelolaan organisasi. Salah satu tantangan utama adalah menjaga semangat dan partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan organisasi, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup yang semakin cepat.

Baca Juga  Menteri Agama: Dirjen Pesantren Segera Dibentuk, Tinggal Tunggu Keppres

Namun, dengan dukungan dari rektorat dan partisipasi aktif dari mahasiswa, UPGRIS yakin dapat menghadapi tantangan tersebut. Keberhasilan pelantikan dan penyelenggaraan Pemira menjadi indikator positif bahwa mahasiswa UPGRIS siap mengambil peran penting dalam membangun institusi yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

Dengan adanya kepengurusan baru, diharapkan organisasi mahasiswa UPGRIS akan terus berkembang, memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dan menjadi contoh yang baik bagi perguruan tinggi lain.


unnamed 1.708 Mahasiswa Dilantik, Rektor UPGRIS: Ormawa Jadi Laboratorium Kehidupan
Latest posts by Krisna Dwi Wardhana (see all)