30 Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Lengkap dengan Makna, Struktur, dan Ciri-Cirinya

Pengertian Teks Eksplanasi dan Fenomena Alam

Teks eksplanasi adalah jenis teks yang bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Teks ini memberikan penjelasan logis dan sistematis tentang bagaimana suatu peristiwa atau fenomena terjadi. Teks eksplanasi fokus pada mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, siswa akan belajar bagaimana menganalisis teks eksplanasi dan mengidentifikasi informasi penting yang terkandung di dalamnya.

Arti Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi menyajikan informasi berdasarkan fakta dan data yang akurat, serta menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena secara logis dan sistematis. Berikut penjelasan lebih rinci tentang teks eksplanasi:

  • Menjelaskan Proses: Teks eksplanasi tidak hanya memberitahu tentang suatu peristiwa, tetapi juga menguraikan langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi.
  • Fenomena Alam: Contohnya adalah proses terjadinya hujan, gempa bumi, gunung meletus, pelangi, atau gerhana matahari.
  • Fenomena Sosial: Contohnya adalah proses terjadinya demonstrasi, kemiskinan, pengangguran, atau urbanisasi.
  • Fenomena Budaya: Contohnya adalah proses terjadinya tradisi tertentu, upacara adat, atau seni pertunjukan.
  • Fenomena Ilmiah: Contohnya adalah proses fotosintesis, sistem pernapasan manusia, atau pembentukan tata surya.
  • Fokus pada “Mengapa” dan “Bagaimana”: Teks eksplanasi berusaha menjawab pertanyaan “mengapa” suatu peristiwa terjadi dan “bagaimana” peristiwa tersebut terjadi.
  • Bersifat Informatif dan Faktual: Informasi yang disampaikan dalam teks eksplanasi harus berdasarkan fakta dan data yang akurat.
  • Tidak Bersifat Mempengaruhi: Teks eksplanasi tidak bertujuan untuk membujuk atau mempengaruhi pembaca untuk mempercayai suatu pendapat.

Arti Fenomena Alam

Fenomena alam adalah kejadian atau peristiwa yang terjadi di alam semesta dan tidak disebabkan oleh tindakan manusia secara langsung. Kejadian ini merupakan bagian dari proses alami bumi dan alam semesta. Ciri-ciri fenomena alam antara lain:

  • Terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.
  • Dapat dijelaskan melalui hukum-hukum alam atau prinsip-prinsip ilmiah.
  • Mencakup berbagai skala, dari yang kecil (seperti embun) hingga yang besar (seperti gempa bumi).
Baca Juga  Bantuan pemerintah ringankan beban guru korban bencana

Contoh fenomena alam: hujan, gempa bumi, gunung meletus, pelangi, badai, erosi, tsunami, aurora.

Struktur dan Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Struktur teks eksplanasi terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

  1. Pernyataan Umum (General Statement): Bagian awal teks yang memberikan gambaran umum tentang fenomena yang akan dijelaskan.
  2. Urutan Penjelasan (Explanation): Bagian inti teks yang menjelaskan proses terjadinya fenomena secara rinci dan berurutan.
  3. Interpretasi (Interpretation): Bagian penutup teks yang berisi kesimpulan atau interpretasi penulis tentang fenomena tersebut (opsional).

Ciri-ciri teks eksplanasi antara lain:

  • Berisi informasi yang faktual (berdasarkan fakta).
  • Menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.
  • Bersifat informatif dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca.
  • Menggunakan bahasa yang lugas dan jelas.
  • Memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, urutan penjelasan, dan interpretasi (opsional).

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam

Berikut 30 contoh teks eksplanasi fenomena alam:

  1. Terjadinya Hujan

    Hujan adalah peristiwa jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi. Prosesnya dimulai saat panas matahari menyebabkan air di bumi menguap (evaporasi). Uap air ini naik ke atmosfer dan mengalami kondensasi, membentuk awan. Ketika awan semakin padat dan berat, air jatuh ke bumi sebagai hujan.

  2. Proses Terjadinya Pelangi

    Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna yang tampak di langit. Pelangi terjadi ketika cahaya matahari melewati tetesan air hujan dan mengalami pembiasan serta pemantulan. Cahaya matahari yang putih terurai menjadi spektrum warna yang berbeda, membentuk busur pelangi yang indah.

  3. Terjadinya Gempa Bumi

    Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Energi ini dihasilkan oleh pergerakan lempeng tektonik yang saling bertumbukan, bergesekan, atau menjauh.

  4. Proses Terjadinya Gunung Meletus

    Gunung meletus adalah peristiwa keluarnya magma dari dalam bumi ke permukaan bumi. Magma terbentuk akibat panas di dalam bumi yang melelehkan batuan. Ketika tekanan magma terlalu tinggi, magma akan mencari jalan keluar melalui celah atau rekahan di gunung, menyebabkan letusan.

  5. Terjadinya Angin Topan

    Angin topan adalah badai tropis yang sangat kuat dengan kecepatan angin mencapai ratusan kilometer per jam. Angin topan terbentuk di atas lautan hangat dekat khatulistiwa. Udara hangat dan lembap naik, membentuk area bertekanan rendah yang menarik udara di sekitarnya, menciptakan pusaran angin yang semakin kuat.

  6. Terjadinya Gerhana Matahari

    Gerhana matahari terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, sehingga menghalangi sebagian atau seluruh cahaya matahari mencapai bumi. Ada tiga jenis gerhana matahari: gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.

  7. Terjadinya Gerhana Bulan

    Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga menghalangi cahaya matahari mencapai bulan. Bulan akan tampak redup atau berwarna merah saat terjadi gerhana bulan total.

  8. Proses Terbentuknya Awan

    Awan terbentuk ketika uap air di atmosfer mengalami kondensasi atau sublimasi. Kondensasi terjadi ketika uap air berubah menjadi titik-titik air cair karena pendinginan. Sublimasi terjadi ketika uap air langsung berubah menjadi kristal es karena suhu yang sangat dingin.

  9. Terjadinya Tsunami

    Tsunami adalah gelombang laut besar yang disebabkan oleh gangguan di dasar laut, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, atau longsoran bawah laut. Gelombang tsunami dapat bergerak dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan kerusakan yang parah saat mencapai daratan.

  10. Proses Terbentuknya Danau

    Danau terbentuk karena berbagai proses geologis, seperti aktivitas vulkanik, pergerakan tektonik, atau erosi. Danau vulkanik terbentuk di kawah gunung berapi yang sudah tidak aktif. Danau tektonik terbentuk akibat pergerakan lempeng bumi yang menciptakan cekungan. Danau erosi terbentuk akibat pengikisan batuan oleh air atau es.

Baca Juga  Perpustakaan, Teman Setia Anak untuk Membaca dan Belajar dengan Nyaman!


























































unnamed 30 Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Lengkap dengan Makna, Struktur, dan Ciri-Cirinya