Kenaikan Kasus Malaria di Mimika Selama Tiga Tahun Terakhir

Ket. Foto:
MIMIKA
– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mencatat adanya peningkatan kasus malaria dalam tiga tahun terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold J. Ubra, mengatakan Dinas Kesehatan sendiri telah melakukan evaluasi mengenai hal ini.

Reynold menjelaskan bahwa pada tahun 2025 jumlah orang yang menjalani tes malaria di Kabupaten Mimika meningkat hingga mencapai 1 juta testing dan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2024.

Reynold bilang bahwa dari sejuta tes malaria tersebut, angka malaria di Mimika mencapai 188.000, atau meningkat.
“Tahun 2025 itu jumlah orang yang ditesting itu mencapai 1 juta, tahun 2024 itu hanya 700.000, tahun 2023 itu hanya 500.000, jadi kenaikannya jika dibandingkan dalam 3 tahun terakhir itu kenaikannya sampai 3 kali,” ujar Reynold saat ditemui, Senin (2/2/1016).
“Meskipun meningkat tapi sebenarnya peningkatanya tidak signifikan karena kami sudah memprediksikan kira-kira kasus malaria setiap tahun itu mencapai 150.000 sampai 188.000 maksimal 200.000 tetapi tidak terjadi,” imbuhnya.

Penyebab Peningkatan Kasus Malaria

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab peningkatan kasus malaria di Kabupaten Mimika antara lain:

  • Lingkungan yang mendukung perkembangan nyamuk – Wilayah yang memiliki banyak genangan air, seperti daerah dataran rendah atau area persawahan, menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi nyamuk Anopheles, pembawa parasit malaria.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat – Banyak warga masih kurang memahami pentingnya pencegahan malaria, seperti penggunaan kelambu berlubang atau penggunaan obat anti-malaria secara rutin.
  • Keterbatasan akses layanan kesehatan – Beberapa daerah di Kabupaten Mimika masih sulit dijangkau, sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan malaria secara cepat.

Upaya yang Dilakukan oleh Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah melakukan berbagai langkah untuk menangani peningkatan kasus malaria ini, antara lain:

  • Peningkatan jumlah tes malaria – Dinkes telah meningkatkan jumlah tes malaria yang dilakukan setiap tahun, sehingga dapat mendeteksi lebih awal adanya penyebaran malaria.
  • Edukasi masyarakat – Melalui program sosialisasi, Dinkes memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah dan mengatasi malaria.
  • Pengadaan alat perlindungan diri – Dinkes juga menyediakan kelambu berlubang dan obat anti-malaria gratis untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan malaria.
Baca Juga  Demam Lassa membunuh 166 orang dalam sembilan bulan

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Malaria

Pencegahan malaria tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perlu dilakukan oleh masyarakat. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat:

  • Menghindari genangan air – Menjaga lingkungan sekitar agar tidak ada genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
  • Menggunakan kelambu berlubang – Kelambu berlubang merupakan salah satu alat pencegahan efektif terhadap gigitan nyamuk malaria.
  • Membiasakan diri untuk menjalani tes kesehatan – Terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan malaria, menjalani tes kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi dini penyakit ini.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun telah ada upaya-upaya yang dilakukan, Dinkes Kabupaten Mimika masih menghadapi beberapa tantangan dalam menangani peningkatan kasus malaria, antara lain:

  • Kurangnya sumber daya manusia – Tenaga medis yang cukup untuk menangani peningkatan jumlah pasien malaria masih terbatas.
  • Akses transportasi yang sulit – Banyak daerah di Kabupaten Mimika sulit dijangkau, sehingga membuat distribusi obat dan alat perlindungan sulit dilakukan.
  • Kurangnya partisipasi masyarakat – Masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya pencegahan dan pengobatan malaria.

Kesimpulan

Meskipun terdapat peningkatan jumlah kasus malaria di Kabupaten Mimika, Dinkes telah melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan peningkatan kasus malaria dapat dikendalikan dan bahkan diminimalkan.

unnamed Kenaikan Kasus Malaria di Mimika Selama Tiga Tahun Terakhir