Siswa SD Putus Asa, DPR: Ini Peringatan Berat

Tragedi di Ngada: Seorang Siswa SD Meninggal Dunia Karena Kesulitan Ekonomi

Sebuah peristiwa duka yang menyentuh hati masyarakat terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) dilaporkan meninggal dunia dengan dugaan mengakhiri hidupnya. Peristiwa ini menimbulkan kepedihan yang mendalam bagi keluarga dan memicu perhatian luas dari berbagai pihak.

Berdasarkan informasi awal, korban diduga nekat melakukan tindakan tersebut karena tidak mampu membeli kebutuhan sekolah seperti buku dan pena. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih ada anak-anak yang harus berjuang keras hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar agar bisa tetap bersekolah.

Kabar ini cepat menyebar di media sosial dan menjadi topik pembicaraan hangat. Banyak orang merasa prihatin atas kejadian ini, yang menunjukkan kembali tantangan serius dalam sistem pendidikan di daerah terpencil. Masalah akses pendidikan yang layak masih menjadi isu utama, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Beberapa pihak menilai bahwa kasus ini menjadi cerminan betapa pentingnya perhatian lebih serius terhadap kesejahteraan anak-anak di wilayah tertinggal. Kebutuhan sederhana seperti alat tulis dan buku pelajaran seharusnya bukan lagi menjadi beban berat bagi siswa.

DPR Desak Evaluasi Sistem Bantuan Pendidikan

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Habib Syarief, mengecam peristiwa ini dan mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengusut tuntas latar belakang tragedi tersebut. Ia menyatakan bahwa hal ini menjadi alarm keras tentang adanya anak-anak yang tidak mendapatkan kebutuhan belajar paling mendasar.

“Negara harus hadir memastikan pendidikan dasar benar-benar terpenuhi tanpa kecuali,” ujarnya kepada wartawan. Ia menilai peristiwa di Ngada sebagai potret buram dunia pendidikan nasional, yang menunjukkan masih adanya celah besar dalam pemenuhan hak belajar bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga  Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 41 Kurikulum Merdeka

Anggaran Pendidikan Cukup, Akses Masih Timpang

Habib menekankan bahwa alokasi anggaran pendidikan dari APBN seharusnya mampu menjamin kebutuhan dasar siswa, termasuk buku dan alat tulis. Namun, ia menilai bahwa penyaluran bantuan pendidikan di daerah tertinggal masih mengalami kelalaian sistemik.

Ia menyarankan dilakukannya investigasi menyeluruh untuk memastikan bahwa tidak terjadi kesalahan dalam distribusi bantuan pendidikan. Hingga saat ini, Kemendikdasmen belum memberikan tanggapan resmi terkait tragedi ini.

Dorongan Pendataan Ulang dan Peran Sekolah

Habib juga mendorong pemerintah untuk melakukan pendataan ulang kondisi ekonomi siswa di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi, termasuk NTT. Ia menilai bahwa penguatan program perlengkapan sekolah gratis serta peran aktif guru dalam memantau kondisi psikologis peserta didik menjadi krusial.

“Sekolah harus lebih peka dan responsif terhadap kondisi muridnya. Jangan sampai kita kehilangan generasi hanya karena kemiskinan dan kelalaian sistem,” ujarnya.

Kronologis Singkat Peristiwa

Seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026). Kepolisian menyatakan dugaan awal mengarah pada tindakan mengakhiri hidup, namun proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti berupa pesan tertulis yang diduga dibuat korban sebelum kejadian.

Polisi menegaskan pendalaman dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi keluarga dan lingkungan sosial korban. Tragedi ini menyisakan pertanyaan mendasar: sejauh mana negara benar-benar hadir ketika kebutuhan belajar paling sederhana saja belum terjamin.


unnamed Siswa SD Putus Asa, DPR: Ini Peringatan Berat