Puluhan Guru TK dan PAUD Demo DPRD Prabumulih Minta Honor Dibayar Penuh
Puluhan Guru Honorer TK dan PAUD Berdemo di DPRD Prabumulih
Puluhan guru honorer Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRD kota tersebut pada Selasa (3/2/2026). Mereka menuntut agar uang transportasi atau honor yang mereka terima tidak dipangkas dan tetap dibayarkan penuh hingga akhir tahun. Aksi ini dilakukan setelah adanya ketimpangan data mengenai jumlah guru honorer yang dianggarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkot Prabumulih.
Ketimpangan Data Mengakibatkan Masalah Anggaran
Masalah ini muncul setelah Disdikbud Pemkot Prabumulih hanya menganggarkan honor untuk 1.003 orang guru honorer. Padahal, hasil verifikasi terbaru menunjukkan bahwa total guru honorer di Prabumulih mencapai 1.910 orang. Termasuk di dalamnya adalah guru-guru yang berada di bawah naungan Departemen Agama (Depag).
Ketimpangan data ini menyebabkan para guru menghadapi opsi yang tidak menyenangkan. Salah satu opsi yang muncul adalah pengurangan besaran honor dari Rp 300 ribu per bulan agar semua bisa terakomodir. Atau, honor hanya akan dibayarkan hingga bulan Juni 2026 karena keterbatasan anggaran.
Harapan Para Guru
Salah seorang guru honorer menyampaikan aspirasinya kepada pihak DPRD. Ia berharap Komisi I DPRD dapat memperjuangkan aspirasi mereka agar honor tetap dibayarkan penuh hingga akhir tahun tanpa ada potongan.
“Kami berharap DPRD melalui Komisi I dapat memperjuangkan aspirasi kami agar honor tetap dibayarkan full hingga akhir tahun tanpa ada potongan,” ujarnya.
Penjelasan dari Kepala Disdikbud
Kepala Disdikbud Pemkot Prabumulih, A Darmadi SPd, mengakui bahwa pihaknya hanya memiliki anggaran yang terbatas. Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa hanya 1.003 orang guru honorer yang mendapatkan honor.
“Jadi kemarin kita anggarkan sebanyak 1003 orang guru, setelah kita kroscek ulang guru-guru di Prabumulih termasuk di bawah Depag itu ternyata sebanyak 1910 orang, ada selisih,” kata Darmadi saat diwawancarai.
Ia juga menjelaskan bahwa setelah pertemuan antara pihaknya dengan guru-guru dan Komisi I DPRD Prabumulih, disepakati bahwa selisih jumlah tersebut akan dianggarkan dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) mendatang.
Penganggaran di APBD Perubahan
Wakil Ketua DPRD Prabumulih, Ir Dipe Anom, memastikan bahwa tidak akan ada pengurangan atau penghapusan insentif guru honorer. Menurutnya, kekurangan anggaran akan dianggarkan dalam APBD Perubahan 2026.
Dipe menekankan bahwa tenaga pendidik masuk dalam prioritas pemerintah. “Apalagi guru TK dan PAUD yang memiliki beban kerja yang melebihi SD dan SMP karena murid sudah mengerti, sedangkan anak TK harus diberikan pendidikan ekstra dan lebih,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar insentif guru honorer ditingkatkan dari Rp 300 ribu. “Beban guru ini sangat tinggi, pemerintah daerah harus memberikan support kepada mereka. Apalagi ini untuk seluruh guru dari TK PAUD hingga SMP baik negeri maupun swasta,” tambahnya.
Rekomendasi dari Komisi I DPRD
Ketua Komisi I DPRD Prabumulih, Riza Ariansyah SH, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 DPRD Prabumulih menganggarkan uang sebesar Rp 3 miliar untuk insentif guru honorer. Namun, ada penambahan sehingga akan dikurangi.
“Kita anggarkan Rp 3 miliar namun hari ini ada guru-guru datang mengatakan insentif mereka akan dikurangi untuk itu Komisi I DPRD Prabumulih merekomendasikan agar jangan dikurangi tapi tetap dibayarkan, nantinya akan ditambah di ABT,” ujarnya.
Kesimpulan
Aksi para guru honorer TK dan PAUD di Prabumulih menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan DPRD. Meski ada kendala anggaran, upaya untuk mempertahankan honor dan insentif guru honorer tetap menjadi prioritas. Dengan adanya rekomendasi dari Komisi I DPRD, diharapkan masalah ini dapat segera terselesaikan dan keadilan bagi para guru honorer dapat tercapai.
- Kristaps Porzingis Shares Hopeful Health Update - February 15, 2026
- Puluhan Guru TK dan PAUD Demo DPRD Prabumulih Minta Honor Dibayar Penuh - February 15, 2026
- Perbedaan Kunci Antara Medicare dan Medicaid - February 15, 2026




Leave a Reply